PBB Ungkap Kejahatan Israel Selama 2 Pekan Ini

Foto warga Palestina bersitegang dengan aparat Israel. Presiden Palestina Mahmoud Abbas diberitakan bertemu dengan pimpinan Kongres Yahudi Sedunia Ronald Lauder, Sabtu lalu (10/10) diisukan sedang "PDKT" membahas perdamaian.

PALESTINA – Dalam dua perkan terakhir, setidaknya 89 bangunan warga Palestina dihancurkan atau disita. Akibatnya, 146 orang harus mengungsi, 83 di antaranya adalah anak-anak. Dilansir dari laman rmol.

PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) di wilayah Palestina yang diduduki Israel, seperti dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA.

Dalam laporan Perlindungan Warga Sipil yang mencakup periode dua minggu antara 2 dan 15 Februari itu, OCHA melaporkan, pada 3 dan 8 Februari, otoritas Israel menghancurkan 37 bangunan, yang sebagian besar disumbangkan di komunitas Humsa al-Bqaia di Lembah Yordania.

Sebanyak 60 orang, termasuk 35 anak-anak, mengungsi. Pada 16 Februari, pasukan Israel menyita lima tenda yang merupakan donasi untuk warga Palestina.

Komunitas tersebut, yang sebagian besar ada di daerah yang ditujukan untuk pelatihan militer Israel, telah mengalami beberapa pembongkaran massal dalam beberapa bulan terakhir.

Pernyataan PBB yang dikeluarkan pada 5 Februari memperingatkan, bahwa tekanan pada warga untuk pindah, meningkatkan risiko adanya pemindahan paksa.

Di al Jalama dekat Jenin di utara Tepi Barat, mata pencaharian sekitar 70 warga setempat terpengaruh, akibat pembongkaran 13 kios minuman.

Israel juga menghancurkan sebuah rumah di Desa Tura al Gharbiya dekat Jenin, hingga 11 orang terpaksa mengungsi, termasuk empat anak. Rumah itu milik keluarga seorang Palestina yang didakwa membunuh seorang pemukim Israel pada Desember lalu.

Tahun lalu, tujuh bangunan juga dihancurkan dengan alasan serupa.