SETYAKI MBALELA (3)

Mendengar Setija omong clometan, Prabu Kresba tersinggung dan raja Trajutrisna pun dipanah hingga tewas.

PRABU Kresna kembali turun ke ngercapada dengan sejuta gundah gulana dalam hatinya. Kenapa SWB tak menangi (mengalami) Perang Baratayuda, apa pula yang menjadi penyebabnya? Sayang, ketika raja Dwarawati itu mendesak apa latar belakang dan penyebabnya, SBG tak mau mengungkapkan. Alasannya tak mau ndhisiki kersa (mendahului) kehendak Sanghyang Wenang dari Ngondar-andir Bawana. Jika sampai melanggar Betara Guru khawatir malah dimutasi jadi Pak Bon atau penjaga sekolah.

Tiba di Balekambang sukma Prabu Kresna kembali ke badan wadag, dan segera bangun dari tidur panjang. Para istri dan putra-putri Dwarawati tentu saja berebut menciumi, karena tak jadi kehilangan figur yang sangat dibanggakan dan diandalkan. Tapi mereka juga heran, positip Covid-19 belum divaksin Sinovac atau Nusantara kok sudah sembuh duluan.

“Ke mana Samba ini, kok tak kelihatan sendiri?” tanya Prabu Kresna kepada Setija yang ada di sampingnya.

“Tadi ada rama, tapi entah ke mana perginya kok ngglenes saja tanpa pamit.” Jawab raja Trajutrisna tersebut.

Prabu Kresna kaget, tapi disimpan saja dalam hati. Dia jadi ingat akan bocoran dari Jonggring Salaka. Maka setelah sarapan nasi uduk lauk bebek goreng, bersama Patih Udawa mereka segera melacak keberadaan SWB. Prabu Kresna khawatir prediksi dewa menjadi kenyataan, sedangkan Patih Udawa membatin, “Suksesi akan segera dilaksanakan, keburu tiba tahun 2024.” Tapi jika Kresna sudah tak menjabat lagi, apakah beliaunya akan madeg pandita, atau nantinya gantian akan nyinyiri pemeritahan anaknya?

Prabu Kresna-Udawa menuju ksatrian Parang Garuda tempat tinggal SWB. Ternyata di sana kosong. Yang ada hanya pembantu yang menjelaskan bahwa SWB pergi dari kesatrian sejak pagi hingga kini belum kembali. Yang sangat mengherankan, sambil nyetir keluarkan mobil dia tetap telepon-teleponan dengan seseorang, sepertinya wanita yang suaranya cemengkling manja.