OKB Dari Tuban

Mobil showroom berbanjar-banjar ke Sumurgeneng untuk mengantar mobil-mobil pesanan penduduk.

MENJADI orang kaya itu hak semua warga negara, meskipun tak semuanya bisa memperolehnya, karena tergantung keuletan setiap individu. Tapi kini di Tuban, dengan tanah yang dibebaskan Pertamina, warga Sumurgeneng Kecamatan Jenu mendadak jadi OKB (Orang Kaya Baru). Begitu terima ganti untung, warga ramai-ramai membeli mobi baru jumlahnya sampai 180-an buah, bahkan ada juga yang beli 4 sekaligus.

Setiap orang pengin menjadi kaya, sebab dengan kekayan bisa mencapai segalanya, meski tak segalanya bisa dicapai dengan kekayaan. Untuk memperoleh kekayaan itu ada yang jadi pedagang, pengusaha, broker, PNS nakal sampai jadi politisi. Memangngnya jadi politisi bisa kaya? Oo, sangat bisa! Lihat saja sekarang, orang yang dulunya tampil imbas-imbis (sangat sederhana), begitu duduk di DPRD atau DPR, langsung punya mobil baru dengan nomer cantik pula. Padahal dulu ketika  jadi rakyat biasa, ituran RT saja nunggak melulu.

Di era gombalisasi ini gengsi dan kehormatan orang dilihat dari mobilnya merk apa dan berapa jumlahnya. Bila modelnya hanya roti tawar (minibus) macam Kijang kapsul tahun 2000-an, biasanya orang yang rejekinya pas-pasan. Punya mobil bukan untuk gengsi, tapi karena kebutuhan transportasi. Tapi kalau orang berduit mobilnya pasti berkelas semisal Mercedes Benz sampai Rolls Royce. Kalau Kijang Inova pun pasti tahun terakhir.

Sudut pandang warga Sumurgeneng rupanya juga begitu, jadi orang kaya harus punya mobil dan banyak. Maka ketika dapat ganti untung miliaran ada yang beli sampai 4 buah. Satu untuk suami, satunya lagi untuk istri, satunya lagi untuk bisnis dan satunya lagi kendaraan keluarga bersama. Padahal bagi keluarga biasa dan pada umumnya, mobil satu untuk keperluan serbaguna. Ke kantor itu, untuk arisan itu, kondangan juga itu. Maka andaikan mobil bisa ngomong, pastilah mengeluh: capek deh……