Laporan Intelijen AS: Putra MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi

ilustrasi Pengunjukrasa mengenakan masker Pangeran Mohammed bin Salman memprotes kasus pembantaian wartawan Arab Saudi Jamal khashoggi 2 Okt. lalu (foto: Al Jazeera)

WASHINGTON – Amerika merilis laporan intelijen yang di-deklasifikasi (dicabut kerahasiaannya) pada hari Jumat (26/2/2021) yang mengatakan jika Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyetujui pembunuhan  jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi di konsulat kerajaan itu di Turki.

Peran putra mahkota, yang sering disebut dengan singkatannya, MBS, dalam kematian Khashoggi telah menjadi bahan pemberitaan media sejak akhir 2018.

Dilansir VOA, Direktur Intelijen Nasional Amerika, Avril Haines, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa laporan tersebut telah “dikoordinasikan dengan Komunitas Intelijen dan informasinya telah dideklasifikasi sejauh mungkin sementara tetap melindungi sumber dan metode penting Komunitas Intelijen.”

Sementara itu Presiden AS Joe Biden berbicara pada Kamis dengan Raja Salman. Gedung Putih mengatakan Biden dan Salman “membahas keamanan regional, termasuk upaya diplomatik baru yang dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Yaman, dan komitmen Amerika untuk membantu Arab Saudi mempertahankan wilayahnya sementara kerajaan itu menghadapi serangan dari kelompok-kelompok yang didukung Iran.”