SEAHUM Desak Semua Pihak di Myanmar Junjung Perdamaian

JAKARTA – Lembaga-lembaga kemanusiaan di Asia Tenggara yang tergabung dalam Southeast Asia Humanitarian Committee (SEAHUM) menyerukan semua pihak di Myanmar untuk tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, dialog dan perdamaian.

“Lembaga-lembaga kemanusiaan anggota SEAHUM banyak membangun sekolah dan pasar serta melakukan kegiatan sosial di Myanmar,” ungkap Kamarul Zaman, Presiden SEAHUM, yang juga merupakan Presiden Malaysia Humanitarian Care (MyCARE).

Wakil Presiden SEAHUM, Murni Alit Baginda, yang juga merupakan Chief Program Officer Rumah Zakat dalam keterangannya (Jumat, 26/02/2021), juga menambahkan, “Kami ingin mendorong semua pihak di Myanmar untuk melindungi proses demokratisasi berdasarkan konstitusi Myanmar. Selain itu, kami meminta semua pihak untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan rakyat dan relawan kemanusiaan. Baik warga lokal maupun asing.”

Dilansir dompetdhuafa.org, berikut pernyataan sikap lengkap SEAHUM tentang kondisi di Myanmar saat ini:

Pernyataan Sikap Southeast Asia Humanitarian Committee terkait Krisis Politik di Myanmar

SEAHUM mendorong semua pihak di Myanmar untuk melindungi proses demokratisasi berdasarkan konstitusi Myanmar.
SEAHUM mendesak semua pihak di Myanmar untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan rakyat (baik warga lokal maupun asing) di tengah ketegangan militer dan politik di Myanmar.
SEAHUM meminta semua pihak di Myanmar untuk memastikan bahwa masyarakat tetap memiliki akses pendidikan, kebutuhan dasar dan akses kesehatan di era pandemi Covid19 ini terlepas dari suku dan agama.
SEAHUM mendorong semua pihak di Myanmar untuk menjamin akses para pekerja dan lembaga kemanusiaan dalam memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan di Myanmar selama pergolakan politik ini.
SEAHUM meminta kepada negara-negara ASEAN untuk mengambil langkah-langkah diplomatik yang mendorong semua pihak di Myanmar untuk mengambil jalan dialog yang damai dan menemukan solusi, dan untuk menghentikan tidak kekerasan dan hal-hal yang tidak diinginkan dalam krisis politik dalam semua aspeknya.