Perjalanan Delapan Tahun Barzah DD, Banyak Kisah Unik hingga Menegangkan saat Antar Jenazah

JAKARTA – Pimpinan Barzah Dompet Dhuafa, Ustadz Madroi mengungkapkan banyaknya pengalaman selama delapan tahun memimpin Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa.

Tepatnya tanggal 1 Maret 2013, atau delapan tahun lalu Ustadz Madroi mulai memimpin Barzah, dan dalam perjalanan delapan tahun tersebut sudah ada 4.886 jenazah yang sudah dihantarkan dalam dan luar kota. Selain itu, ada sebanyak 8.766 orang menerima manfaat pelatihan pemulasaran jenazah.

“Banyak kenangan manis, lucu, dan menegangkan. Ada cerita yang logic, unik bahkan sampai yang berbau mistik semua tertulis di buku harian tim Barzah,” ungkapnya dalam pesan singkat, yang diterima KBK.

Menurutnya, membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, apalagi saat berusaha meyakinkan kepada driver yang baru bergabung agar tetap nyaman, mereka harus beradaptasi dengan area kerja yang harus menyambangi TPU dan kamar jenazah yang sunyi dan sepi dan beradaptasi dengan waktu yang tanpa jadwal.

“Tengah malam harus berdampingan dengan sosok yang sudah terbujur kaku. Ada yang baru satu bulan langsung mundur dari tugas karena beberapa kali mimpi seram setelah nganter jenazah ada juga yang keluarga nya tidak merestui dan macam lain masalah nya,” ungkapnya.

Namun kesabaran yang dilalui dia dan timnya,  banyak sekali memberi pelajaran dan hikmah. “Ada jenazah yang di tolak keluarga nya hanya karena masa hidup nya dia serakah dengan warisan orang tua nya. Ada juga jenazah malah di rebutin sama keluarga sampe mobil barzah dihadang ditengah jalan, ini jenazah yang punya istri dua, istri nya pada rebutan, unik dah,” ungkapnya lagi.

Ustadz Madroi pun mengisahkan satu perjalanan ke Rangkas lebak banten, yang dilakukan pada sore menjelang maghrib ditengah hutan cuaca hujan deras. Kala itu,  keluarga yang mendampingi jenazah kesurupan di lokasi yang tidak ada penduduk dan tanpa signal dan membuat tim Barzah tidak bisa melakukan sesuatu. Tapi dengan ketenangan semua bisa terkendali dengan baik.