Pemerintahan Biden Putuskan Tak Jatuhkan Sanksi untuk Putra MBS

Joe Biden, Presiden AS/ Anadolu

WASHINGTON – Pemerintah Biden pada Senin telah memutuskan untuk tidak menjatuhkan sanksi secara pribadi kepada putra mahkota Arab Saudi setelah badan intelijen AS mengungkapkan bahwa Mohammed bin Salmen bertanggung jawab secara langsung atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Otoritas Biden menahan diri untuk tidak menjatuhkan hukuman pada orang yang menurut Direktur Intelijen Nasional AS sebagai penyebabnya.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan keputusan untuk menahan diri memasukkan bin Salman ke dalam daftar hitam diambil karena AS tidak ingin memberikan sanksi kepada kepala negara yang memiliki hubungan diplomatik.

“Ada area di mana memiliki hubungan penting dengan Arab Saudi: berbagi informasi intelijen, juga membantu mempertahankan diri dari ancaman dan serangan roket yang mereka peroleh dari aktor jahat tepat di depan pintu mereka,” kata Psaki.

“Diplomasi global mengharuskan negara-negara meminta pertanggungjawaban saat dibutuhkan, tetapi juga bertindak untuk kepentingan nasional Amerika Serikat,” imbuh dia, dikutip Anadolu.

Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden AS Joe Biden memiliki “hak untuk mengambil tindakan pada waktu dan cara yang kita pilih” terhadap penguasa Arab Saudi.

Sangat jarang AS memberikan sanksi kepada seorang pemimpin dunia, kecuali Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Presiden rezim Suriah Bashar al-Assad dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang termasuk di antara mereka yang telah masuk daftar hitam AS.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga telah masuk ke dalam daftar hitam tersebut, meski dia bukan kepala negara.

AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan semua pemerintah tersebut.