Terjerat UU ITE, Ibu di Aceh Dipenjara dan Ajak Bayinya yang Baru Berusia Enam Bulan

Ilustrasi penjara/ IST

ACEH – Seorang ibu di Aceh terpaksa membawa bayinya yang berusia enam bulan tinggal di penjara setelah terjerat UU ITE.

Isma Khaira (33 tahun) dan bayinya dipenjara di rumah tahanan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Kasus Isma berawal saat dirinya merekam video pertengkaran seorang kepala desa di Aceh Utara. Lalu ia mengunggahnya di akun media sosial miliknya.

Kepala desa yang ada dalam video itu tidak terima dengan postingan Isma, dan melaporkan Isma ke polisi dengan aduan pencemaran nama baik.

Atas laporan kepala desa tersebut, Isma dinyatakan bersalah dan divonis 3 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Lhoksukon. Ia bersama bayinya mulai masuk penjara sejak 19 Februari 2021.

Namun sejumlah pejabat di daerah ingin menangguhkan penahanan dengan alasan kemanusiaan lantaran Isma masih memiliki bayi yang berusia 6 bulan. Mereka menginginkan agar terpidana di tahan di rumah. Namun pihak Kemenkumham tidak mengizinkan.

Kepala Kemenkumham Aceh, Heni Yuwono mengatakan tidak ada celah hukum dan regulasi yang membolehkan warga binaan bisa ditahan di rumah dengan alasan kemanusiaan. Kata dia, seluruh warga binaan harus ditahan di rutan atau lapas di bawah Kemenkumham.

“Kita paham jika berbicara soal kemanusiaan, tetapi apabila sudah divonis hukuman penjara secara aturan yang sudah menjadi warga binaan kan, tetap ditahan di rutan tidak boleh ditahan dirumah, kita sudah berikan ruangan yang nyaman untuk bayi tersebut,” kata Heni Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021), dikutip CNNIndonesia.