Varian Virus Corona Bermunculan

Walau tren kasus-kasus baru paparan Covid-19 turun dalam beberapa pekan terakhir ini, muncul sejumlah varian baru virus corona yang bermutasi. Wapada! dan tetap Patuhi Prokes.

BERBAGAI upaya dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 berawal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, China medio Desember 2019 yang lalu menjadi pandemi global.

Di level dunia, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) terjadi penurunan penambahan kasus harian Covid-19 di sejumlah negara rata-rata 16 persen sejak pekan pertama Februari lalu, kecuali di Brazil yang tren kurvanya malah meningkat.

Di Indonesia sendiri, penambahan kasus harian orang terpapar Cocid-19 trendnya menurun sejak awal Februari lalu. Kasus tertinggi pada bulan itu tercatat pada 6 Feb. dengan 12.156 kasus dan pada bulan sebelumnya pada 31 Januari dengan 14.518 kasus.

Sedangkan pada Sabtu (6/3), jumlah korban terpapar Covid-19 tercatat 1.373.836 kasus atau terdapat penambahan 5.767 kasus dibandingkan hari sebelumnya,  yang meninggal 37.154 (penambahan 128 orang) dan yang sembuh 1.119.510 (penambahan 6.823 orang).

Mutasi baru virus corona terdeteksi di Queensland pada pekan ini, dikenal sebagai varian Rusia, sedangkan otoritas kesehatan di Australia masih mencari tahu rinciannya untuk menentukan daya tularnya.

Di Australia diketahui ada dua kasus COVID-19 yang berasal dari varian virus asal Rusia, berasal dari sebuah hotel karantana di Queensland yang diperuntukkan warganya yang tiba dari luar negeri.

Kedua orang tersebut diyakini tertular virus corona jenis Rusia saat terbang dari Doha dengan maskapai penerbangan Qatar Airways, nomor penerbangan QR898 beberapa waktu lalu.

Tidak Perlu Panik

Pakar penyakit menular Fakultas Medis, Australian National University (ANU) Prof Peter Collignon memperingatkan agar warga tidak perlu terlalu panik dan bereaksi berlebihan terkait temuan varian virus.

Virus, menurut dia, menular dengan cara sama, lewat droplet, sehingga   yang telah dilakukan untuk mengurangi risiko virus sebelumnya (mematuhi prokes-red) tetap akan mampu melawan varian Rusia itu.