MUI Serukan Bantuan Bencana Kelaparan Akibat Perang di Yaman

Arab Saudi mengumumkan gencatan senjata di Yaman (8/4) demi memberi kesempatan penguasa setempat menangani wabah Covid-19. Konflik berdarah di Yaman sejak 2015 telah menewaskan 300 ribu orang lebih, menciptakan jutaan pengungsi dan ancaman kelaparan.

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada umat Islam Indonesia umumnya, serta ormas Islam dan lembaga kemanusiaan di Indonesia khususnya untuk menggalang dana guna membantu penduduk Yaman yang sedang mengalami kelaparan akibat peperangan.

Seruan MUI tersebut disampaikan dalam surat resmi MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) pada Ahad (7/3), yang ditandatangani Ketua Komisi HLNKI Drs. Bunyan Saptomo, MA dan Sekretaris Komisi Dr. Andy Hadiyanto, MA, serta mengetahui Ketua Bidang HLNKI Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA, dan Wasekjen Bidang HLNKI Dr. Ali Hasan Bahr, MA.

Dalam surat resmi itu, MUI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya bencana kelaparan di Yaman, akibat peperangan yang masih berlanjut di negeri tersebut.

Seruan MUI ini merespon seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk penggalangan dana guna membantu penduduk Yaman yang kelaparan karena Perang pada pekan ini.

Melansir dari laman berita resmi milik PBB, UN News, pada konferensi negara donor virtual untuk Yaman yang digelar Swedia dan Swiss, Senin (1/3), dengan tegas Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan kekecewaannya terhadap negara-negara donor.

PBB berharap bisa dapat mengumpulkan dana 3,8 miliar AS sekitar Rp54,3 triliun. Dana itu untuk membiayai jutaan penduduk Yaman yang menderita.

Namun, dalam laporannya, Antonio Guterres menjelaskan bahwa dana yang berhasil dikumpulkan hanya 1,7 miliar dolar AS atau setara Rp24,2 miliar.

Jumlahnya terpaut USD 1 miliar dari dana sumbangan yang dikumpulkan tahun lalu.

“MUI sebagai wakil umat Islam Indonesia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PBB atas komitmennya untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman sejak perang terjadi pada tahun 2015,” kata Bunyan.