Pemerintah Masih Tunggu Laporan WHO tentang Vaksin AstraZeneca yang Diduga Timbulkan Pembekuan Darah

Indonesia terus mengikuti perkembangan penggunaan vaksin AstraZeneca yang penggunaannya ditunda di sejumlah negara akibat beredar kabar ada sejumlah kasus penggumpalan darah (thrombosis) orang yang divaksinasi.

JAKARTA – Pemerintah masih menunggu informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) soal laporan mengenai efek penggunaan vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan AstraZeneca sempat keluar di beberapa negara Eropa yang mengamati, dan diduga menimbulkan gangguan di darah dan dihentikan. Namun menurut Budi sampai sekarang laporan dari WHO belum keluar dan masih dilakukan penelitian.

Pemerintah Indonesia, menurut dia, juga sudah meminta keterangan dari otoritas internasional terkait mengenai keamanan produk vaksin tersebut.

Menurut laporan sementara dari otoritas pengawasan obat dan makanan di Inggris dan Eropa, kata Budi, sampai saat ini korelasi antara pembekuan darah dengan penggunaan vaksin AstraZeneca belum bisa dikonfirmasi.

“Informasi yang saya dapat dari BPOM-nya London, bahwa kejadian itu bukan karena vaksin, tapi memang yang bersangkutan mengalami kejadian itu sendiri di luar masalah vaksinasi,” katanya.

Kendati demikian, ia mengatakan, pemerintah memutuskan untuk menunda penggunaan vaksin produksi AstraZeneca sampai ada konfirmasi dari WHO mengenai keamanan penggunaan vaksin tersebut.

“Mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa keluar karena memang betul yang AstraZeneca ada waktu kedaluwarsanya di akhir Mei 2021,” katanya.

“Untuk AstraZeneca agak berbeda rezimnya. Setelah 28 hari penyuntikan itu bisa lebih panjang. Jadi dia ada sembilan sampai 12 minggu jaraknya dari suntik pertama dan kedua,” katanya.