Kemenkes Tegaskan Pemerintah Tidak akan Distribusikan Vaksin jika Bermasalah

Empat vaksin terdiri dari 426 juta dosis vaksin Covid-19 disiapkan untuk 181 juta warga (dua pertiga dari total penduduk RI) dengan dua kali suntikan agar mencapai kekebalan massal (herd immunity)

JAKARTA – Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan pemerintah tidak mungkin mendistribusikan vaksin COVID-19 yang bermasalah kepada rakyat.

Menurutnya vaksin COVID-19 yang disuntikkan sudah melalui uji kelayakan dan keamanan.

“Terkait kedaluwarsa vaksin Sinovac, kami sampaikan bahwa yang akan kedaluwarsa merupakan vaksin CoronaVac batch pertama, yaitu sejumlah 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis,” katanya.

Siti Nadia mengatakan, vaksin CoronaVac sudah digunakan untuk 1,45 juta tenaga kesehatan dan 50 ribu petugas pelayan publik. “Saat ini vaksin ini sudah habis kita gunakan,” katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa vaksin yang akan kedaluwarsa adalah vaksin CoronaVac berbentuk botol kecil atau vial, berisi satu dosis untuk sekali penyuntikan.

“Sementara vaksin Sinovac yang saat ini kita gunakan untuk usia di atas 60 tahun dan pemberi pelayan publik lainnya adalah menggunakan kemasan botol besar atau vial yang berisi sepuluh dosis atau dapat diberikan kepada sepuluh orang sasaran vaksinasi,” katanya.

Siti Nadia juga menjelaskan Kementerian Kesehatan telah merespons isu beberapa orang di luar negeri mengalami pembekuan darah setelah disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca.

“Kita menunggu dari BPOM, apakah ada perubahan kriteria penggunaan, jadi kita pararel menyelesaikan quality control sebelum didistribusikan,” ujar Siti Nadia, dikutip Antara.