Kaki Lumpuh akibat Serangan Rezim, Anak Suriah ini Hidup Dalam Ketakutan

Ahmad, anak Suriah yang lumpuh kakinya akibat serangan rezim/ Foto: Anadolu

SURIAH – Kejahatan perang di Suriah dirasakan seorang anak laki-laki yang harus hidup hidup dalam ketakutan dan kecemasan sejak dia kehilangan setengah dari kaki kirinya dalam serangan pasukan rezim Bashar al-Assad lima tahun lalu.

Mohammad Ahmad, 10, dari provinsi Idlib hanyalah satu dari jutaan anak yang menjadi korban perang. Ahmad kehilangan setengah dari kaki kirinya dalam serangan udara rezim saat bermain di dekat rumahnya di Idlib pada 2015.

Dia telah dirawat selama berbulan-bulan di rumah sakit di Idlib setelah serangan itu. Neneknya Maryam Ahmad, 62 tahun, telah merawatnya selama lima tahun terakhir.

Ahmad dan neneknya bermigrasi ke kamp al-Azraq di kota al-Bab di pedesaan Aleppo pada 2019 setelah rezim Assad dan Rusia melancarkan serangan hebat di Idlib.

Tak mampu mengatasi trauma psikologis yang dialaminya lima tahun lalu, ketakutan terbesar Ahmad adalah suara bom dan pesawat.

“Saya berusia 5 tahun ketika saya terluka. Kaki saya terkena pecahan peluru saat saya bermain,” kata bocah berusia 10 tahun itu, dikutip Anadolu Agency.

“Nenek membawa saya ke rumah sakit. Saya melihat kaki saya putus. Sekarang saya menggunakan kruk untuk berjalan,” tutur dia.

“Saya masih takut dengan suara ledakan. Saya merasa sangat takut ketika mendengar suara pesawat atau senjata. Beberapa hari yang lalu, sebuah ranjau meledak di sini. Saya lari ke nenek saya dan bersembunyi di belakangnya,” ujar dia.

Saat perang saudara Suriah memasuki tahun ke-11, serangan rezim Assad dan para pendukungnya telah menimbulkan luka yang dalam pada jutaan warga sipil.

Suriah dilanda perang saudara sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.