BPOM Perbolehkan Vaksin AstraZeneca Digunakan

Indonesia terus mengikuti perkembangan penggunaan vaksin AstraZeneca yang penggunaannya ditunda di sejumlah negara akibat beredar kabar ada sejumlah kasus penggumpalan darah (thrombosis) orang yang divaksinasi.

JAKARTA –  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca bisa dipakai untuk vaksinasi.

BPOM menilai produk vaksin itu lebih banyak manfaatnya ketimbang risikonya. “Vaksin AstraZeneca dapat mulai digunakan,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 BPOM Lucia Rizka Andalusia.

Sementara perusahaan biofarmasi AstraZeneca mengemukakan sejumlah fakta terkait keamanan vaksin COVID-19 buatannya dan badan pengawas obat dan produk kesehatan Inggris merekomendasikan penggunaannya karena menilai manfaat vaksin tersebut dalam mencegah COVID-19 jauh lebih besar daripada risikonya.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca yang diproduksi di SK Bioscience, Korea Selatan, boleh digunakan.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan vaksin itu hukumnya boleh digunakan dengan lima alasan, termasuk kondisi yang mendesak atau darurat dan risiko fatal jika tidak vaksinasi tidak dilakukan.

MUI minta warga Muslim tak ragu jalani vaksinasi COVID-19 saat puasa.