Kasus Covid-19 di Jakarta Turun Signifikan, Pemprov Lanjutkan PPKM

Ilustrasi Tanpa koordinasi dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat dan wilayah penyangga, PSBB baru di DKI Jakarta yang akan diberlakukan lagi mulai Senin, 14 Sept. bisa menjadi sia-sia.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 5 April 2021.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan PPKM Mikro sebelumnya telah menunjukkan hasil yang signifikan terhadap penurunan jumlah kasus aktif di Jakarta.

“Karena itu, melalui Keputusan Gubernur Nomor 294 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Nomer 13 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang PPKM Mikro hingga 5 April 2021,” kata Widyastuti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Penurunan jumlah kasus aktif secara detil dijelaskan Widyastuti. Ada periode penurunan kasus yang sangat signifikan, yakni 7.439 kasus aktif pada tanggal 8 Maret, menjadi 5.747 kasus aktif pada tanggal 16 Maret. Artinya ada penurunan hingga 1.692 kasus dengan diterapkannya PPKM Mikro.

“Namun periode pascalibur hari besar keagamaan (Isra Miraj dan Nyepi), kurvanya kembali naik, meskipun tetap terkontrol menjadi 7.322 kasus aktif pada 21 Maret 2021,” kata Widyastuti.

Penurunan kasus aktif yang signifikan ini juga berdampak pada turunnya keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, jumlah kapasitas tempat tidur isolasi per 7 Maret sebesar 8.256 tempat tidur dan terpakai 4.922 tempat tidur atau 60 persen dari jumlah yang ada. Sedangkan jumlah kapasitas ICU per 7 Maret sebesar 1.148 dan terpakai 755 ICU atau sebesar 66 persen yang terpakai.

Sementara itu per 21 Maret DKI memiliki kapasitas 7.863 tempat tidur isolasi dan terisi 4.258 atau 54 persen serta untuk ICU sebesar 1.142 dan terisi 674 atau 59 persen. “Dengan begitu, tempat tidur dan ICU yang sebelumnya disiapkan dapat dialihkan untuk perawatan pasien non-COVID-19” kata Widyastuti.