Nyawa Manusia dan Kucing

Demi seekor kucing, di mana-mana kini petugas Damkar harus menyelamatlkan manakala terancam bahaya.

MENYIMAK sejumlah berita beberapa minggu belakangan ini, ternyata nyawa kucing lebih berharga ketimbang nyawa manusia. Betapa tidak? Di Sumut, oknum polisi Aipda RS begitu gampang bunuh 2 wanita muda sekaligus, di Bogor Rian juga menghabisi dua wanita muda dengan cara yang sama, dicekik di hotel. Menyusul di Lampung Tengah, Kukuh (31) tega memenggal kepala ayahnya dan diarak. Dan……, di medsos juga ramai (viral) gara-gara orang Batam dan Serpong Tangerang menganiaya kucing hingga tewas. Sepertinya, dunia sudah terbalik-balik.

Dalam surat Al Bakarah ayat 30 Allah Swt berfirman bahwa hendak menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Awalnya malaikat mengoposisi dengan  alasan, bagaimana jika nanti malah menimbulkan kerusakan? Allah pun menjawab, “Aku lebih tahu ketimbang yang kamu ketahui.”

Dan sebagaimana kecurigaan malaikat, pada akhirnya memang banyak umat manusia di muka bumi bikin kerusakaan. Diciptakan untuk menjadi khalifah, malah banyak yang berkelakuan seperti chetah. Paling mengerikan, karena Allah menciptakan-Nya untuk menjadi khalifah, belakangan banyak orang kepengin membentuk negara khilafah. Sungguh mereka orang-orang yang khilaf.

Tahukan Anda, binatang apakah chetah itu? Chetah adalah sebangsa macan tutul, yang suka berburu hewan sesamanya. Dan manusia ternyata lebih kejam dari chetah. Sebab chetah takkan memakan sesama chetah. Sedangkan manusia, tega “memakan” sesama manusia karena berbagai persoalan yang membelitnya.

Dimulai Habil membunuh Qobil sesama anak nabi Adam As, terus berkelanjutan turun-temurun saling bunuh. Ada yang lewat perang, ada pula lewat pembunuhan massal yang biasa disebut genosida. Bahkan banyak pula orang membunuh dirinya sendiri akibat sudah putus asa menjalani hidup. Padahal Allah Swt sudah mengingatkan, jangan putus asa dari rahmat Allah.

Demikianlah, sampai kiamat datang nanti, manusia tega akan bunuh sesamanya. Dengan kejam dan tak paduli akan alur keluarga. Paling anyar adalah seorang bapak di Lampung Tengah, Slamet (68), Selasa lalu (23/03) tewas digorok Kukuh (31) anak kandungnya, hanya karena tak direstui rencana nikahnya. Bukan hanya digorok, kepalanya dipenggal dan kemudian diarak keliling kampung.Tetangga bilang, Kukuh ini otaknya nggak kukuh alias kenthir (gila).

Beberapa minggu sebelumnya, di Bojong Gede Bogor, Rian (21) tega menghabisi nyawa Elya Lisnawati (25) di sebuah hotel 10 Maret lalu. Dari sini terungkap bahwa beberapa minggu sebelumnya Rian juga telah menghabisi Dizka Putri (17) di hotel yang sama, dengan cara dicekik pula. Ketika ditangkap polisi Rian mengaku membunuh keduanya karena benci pada perempuan. Rupanya dia lupa bahwa lahir di dunia juga lewat ibu yang perempuan. Coba kalau yang melahirkan seorang lelaki, pasti Rian bentuknya seperti odol!

Dari Deli Serdang yang baru saja terjadi “pembantaian” Partai Demokrat lewat KLB, oknum polisi di Polres Pelabuhan Belawan bernama Aipda RS tega membunuh dua wanita muda hanya karena tersinggung. RP (21) dan SNT (16) dibunuh bersamaan di hotel karena cekcok soal titipan barang di kantor polisi. Sebetulnya RS bermasalah dengan RP, tapi karena SNT menyaksikan kekejaman tersebut, SNT ikut dihabisi sekalian untuk menghilangkan jejak.

Dari sekian contoh di atas, sepertinya nyawa manusia tak ada harganya sama sekali. Tersinggung, bunuh! Padahal kucing yang telah “berkhianat” pada tuannya, malah disayang orang dan dan dilindungi lewat pasal-pasal KUHP. Barang siapa dengan sengaja menyakiti atau membunuh kucing termasuk hewan lainya diancam penjara 3 bulan hingga 9 bulan atau denda Rp 3 juta sampai Rp 4,5 juta (pasal 302 ayat 1).

Kenapa kucing dianggap berkhianat pada majikannya? Sebab dulu orang piara kucing kampung untuk menangkap tikus. Tapi sekarang,  kucing kampung sudah kampungan banget karena tak mau lagi menangkap tikus. Mungkin keduanya telah bermediasi, sama-sama cari rejeki jangan saling membunuh. Kucing langsung meratifikasi (setuju)-nya. Dia pikir, ngapain capek-capek mengejar tikus, wong majikannya selalu menyiapkan cuwik dan wiskas.

Sejak tahun 2009 hewan memperoleh perlindungan lewat pasal 202 KHUP tersebut. Maka dua binatang piaraan berupa kucing dan anjing sekarang sangat “dimanjakan”. Dalam pandangan Islam misalnya, anjing bisa menyebabkan seseorang masuk surga. Sebab sebuah hadis mengatakan, seorang WTS masuk surga karena di kala hidup di dunia dia pernah menolong kasih minum anjing yang hampir mati kehausan.

Apa lagi kucing, dia adalah hewan yang disayang Nabi Muhammad. Seorang perawi hadits Nabi, Abu Hurairoh, dia juga orang yang sangat gemar akan kucing. Kucing ini memang bentuknya lucu menggemaskan, wujudnya seperti macan tapi ukuran mini. Dan karena pasal 302 KUHP tersebut, kini banyak masuk koran dan media online manakala terjadi penganiayaan terhadap kucing dan anjing. (Cantrik Metaram)