AWG Sepakati Persatuan Bisa Membuat Al-Aqsha Merdeka

JAKARTA – Menyambut miladnya yang ke-13, Lembaga Kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) menggelar Webinar Internasional pada Sabtu, 3 April 2021, dengan mengangkat tema “Menggalang Kerjasama Universal dalam Mendukung Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina”.

Webinar ini menghadirkan narasumber dari berbagai negara, di mana mereka menyepakati pentingnya persatuan umat Islam dunia untuk bisa membebaskan Al-Aqsha dan Palestina dari penjajahan.

Para pembicara yang hadir mulai dari Palestina, Inggris, Afrika Selatan, Indonesia dalam presentasinya masing-masing menyadari pentingnya persatuan sebagaimana hal ini menjadi sebuah kekuatan besar yang saat ini tidak disadari banyak pihak, termasuk umat Islam sendiri.

Webinar internasional ini menghadirkan Imaamul Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur sebagai pembicara kunci, bersama para pembicara yakni Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim, MA; Direktur Middle East Monitor (MEMO) Inggris Dr. Daud Abdullah; Guru Besar Universitas Islam Gaza, Palestina Prof Mahmud Anbar; Ulama dan Akademisi Nigeria Dr Ahmed Abdul Malik; juga Ahli Filologi Islam Asia Tenggara dan Studi Semiotik di Rungkut dan Dosen Unair Surabaya, Prof Dr Manachem Ali, MA..

Selain itu, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Timur Tengah Bagus Hendraning Kobarsyih dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun diagendakan akan memberikan sambutan dalam Webinar Internasional ini.

Ahmad Abdel Malik, ulama dan akademisi asal Nigeria, menyinggung persamaan apartheid yang terjadi di Afrika Selatan (Afsel) dan apartheid yang dilakukan Israel. Di negaranya, apartheid dilakukan sekelompok kecil tidak hanya untuk memisahkan ras kulit putih (minoritas) dengan ras kulit hitam (mayoritas) namun juga memisahkan suku-suku di dalam ras hitam sendiri sehingga membuat banyak pihak geram dan dengan persatuan bisa menjadi solusi berhentinya apartheid di negara itu.