Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi

Terus patuhi prokes 5M Covid-19 karena walau tren kasus pertambahan harian turun, angka kematian cenderung naik.

WALAU  tren pertambahan harian kasus penyebaran Covid-19 turun sejak sekitar pertengahan Februari lalu dari di atas 11.000-an kasus menjadi di bawah 10.000-an kasus, angka kematian harian masih tinggi.

Minggu, (4/4) tercatat penambahan harian kasus Covid-19 di seluruh provinsi sebanyak 6.731 kasus menjadi total 1.534.255 kasus, yang dikonfirmasi sembuh bertambah 9.663 orang menjadi 1.375.877 orang, sedangkan yang meninggal tambah 431 orang menjadi 41.673 orang. Jumlah pasien meninggal tertinggi kedua sejak 28 Januari lalu (476 orang).

Pada hari yang sama (4/4) ada lima provinsi dengan angka kematian tertinggi yakni Banten (338 kematian) dengan total 1.166 kematian, Jawa Tengah (28 kematian) dengan total 7.328 kematian, Jawa Timur (22 kematian) dengan total kematian tertinggi (10.014 kematian) dan Kalimantan Timur (enam kematian) dengan total 1.522 kemaian dan DKI Jakarta dengan lima kematian dan total 6.360 kematian.

Sementara Jubir Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menuturkan, hingga 4 April 2021 vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah menembus 12,5 juta dosis vaksin.

Jadi, menurut Nadia, seluruh dosis yang sudah diberikan mencapai 21,33 persen dari target 40 juta pada tahap pertama dan kedua yakni untuk sekita 21,5 juta kaum lansia, 15 juta nakes dan 17 juta petugas layanan umum.

Yang menjadi persoalan, pasokan vaksin AstraZeneca buatan AS yang diproduksi di India tertunda karena negara ini memprioritaskan penggunaan di dalam negeri karen kasus Covid-nya melonjak.

Hal itu, kemungkinan berdampak terjadinya penundaan vaksinasi untuk tahapan berikutnya sampai Juli nanti yakni untuk masyarakat umum, karena stok vaksin yang tersedia sudah menipis walau pemerintah terus berusaha mencarinya dari sumber-sumber lainnya.

Indonesia juga mendapat tawaran vaksin Sputnik V dari Rusia walau sejauh in belum ada deal atau komitmen antara kedua negara terkait penggunaan vaksin tersebut.