Presiden Kondangan

Presiden Jokowi berkenan menjadi saksi perkawinan Aurel-Atta Halilintar. Banyak warganet yang merasa seperti disamber geledek.

BARU kali ini ada Presiden RI kondangan bikin geger publik, khususnya warganet. Mereka kebanyakan menyayangkan, entengan amat presiden kita Jokowi. Yang jadi pengantin hanya anak artis/politisi biasa, melawan Youtuber kaya raya. Publik pun mempertanyakan, apa sih prestasi Aurel anak Krisdayanti-Anang Hermansyah yang telah bercerai? Lalu apa pula prestasi Atta Halilintar buat negara, kecuali berhasil menjadi miliarder berkat jadi Youtuber.

Presiden Jokowi ternyata tidak sekedar kondangan tapi juga menjadi saksi pihak mempelai lelaki, sementara Menhan Prabowo menjadi saksi mempelai wanita. Tambah semaraklah perkawinan selebritis ini, karena Ketua MPR Bambang Susatyo juga hadir dan kasih sambutan sebagai perwakilan keluarga Atta Halilintar, sementara ustadz Gus Miftah menjadi penghulunya.

Bagi pembaca yang sekolah SD-nya sebelum tahun 1970-an dan tinggal di wilayah Jateng-DIY, pasti pernah diajari Pak/Bu Guru lagu yang liriknya begini, “Lali wulangan, yen simbok kondangan, angisin-isine cah sekolah ngono kuwi.” Jika lirik lagu tersebut diamandemen menyesuaikan dengan perkawinan Aurel-Atta Halilintar, kira-kira bisa jadi begini, “Lali gaweyan yen Presiden kondangan, angisin-isini yen warganet ngono kuwi.” (lupa pekerjaan saat Presiden kondangan, bikin malu warganet semacam itu).

Ya, publik beberapa hari ini memang mengorbankan waktunya hanya untuk menggosipkan begitu entengannya Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana menghadiri perkawinan artis/selebritis, yang diliput pula oleh salah satu stasiun TV swasta. Bagi sang pengantin yang kaya raya, pastilah bukan angpau yang diharapkan dari tokoh-tokoh nasional itu. Tapi kehadiran mereka akan semangkin mendongkrak daripada dia punya popularitas. Di samping penonton Youtubenya akan semakin banyak, juga bisa untuk cerita pada anak cucu nanti, bahwa perkawinannya dulu dihadiri Presiden RI.

Publik memang berdecak kagum atas kehebatan Atta Halilintar tersebut. Bukan kagum akan kekayaannya, tapi kehebatan lobi dan jaringannya, sehingga mampu menghadirkan orang nomer satu di Indonesia. Seperti namanya si pengantin lelaki, kehadiran Jokowi memang benar-benar bak geledek di siang bolong.