Varian Virus Corona Bermunculan

Sejumlah negara memasuki gelombang ketiga serangan Covid-19. Varian-varian hasil mutasi virus SARS-CoV-2 (B.1.1.7, E484K atau N641G dan N439K diperkirakan juga sudah menyebar di Indonesia.

PANDEMI Covid-19 belum berlalu, bahkan di sejumlah negara seperti Jepang, Jerman, Inggeris dan India mulai memasuki gelombang ketiga ditandai serangan virus Corona yang bermutasi menjadi beberapa  varian.

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman pada Februari lalu juga mendeteksi satu kasus virus varian Corona E484K  hasil mutasi virus B.1.1.7 yang semula bermutasi pula dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Ketua Jubir Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengemukakan, varian virus B.1.1.7 bisa bermutasi menjadi 10 sampai 17 varian virus baru termasuk E484K, D614G dan N439K yang diperkirakan juga sudah menyebar di Indonesia. Selain B.1.1.7, ada varian baru virus corona berasal dari Afrika Selatan  (B 1.351) dan B.281 (P-1) asal Brazil.

Virus B.1.1.7 dilaporkan  bisa menurunkan efikasi vaksin, walau dari hasil studi di Afrika Selatan hal itu tidak terbukti dan vaksin yang ada masih dianggap aman dan efektif untuk melawan Covid-19.

Menurut Nadia, pihaknya beserta jajaran terkait sedang melakukan pelacakan kasus untuk mendeteksi penularan penyakit berdasarkan kontak erat. “Kita sedang melaksanakan pelacakan kasus kontak,” kata dia.

Sebelumnya, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kepada mengatakan, upaya skrining dilakukan terhadap kedatangan warga negara asing (WNA) dan WNI guna mengantisipasi penularan virus E484K.

“Pemerintah akan tetap memberlakukan skrining terhadap WNA dan WNI yang baru datang dari luar negeri,” kata Wiku.

Menurut Wiku, varian Virus Corona E484K, lebih menular dan melemahkan respons imun, sedangkan mutasi varian B117 ke E484K terjadi pada protein spike (protein berbentuk runcing di permukaan virus) yang ditemukan pada kasus di Afrika Selatan dan Brasil.

Sementara dari Jepang dilaporkan, sekitar 70 persen pasien virus corona yang dites di rumah sakit Tokyo, Maret lalu membawa mutasi Covid-19 yang diketahui mengurangi perlindungan vaksin.