Dicari, Pemimpin Daerah Sadar Bencana

Desa Nelemadika, Kec. Ile Bolang, Kab. Flores Timur rata dengan tanah diterjang banjir bandang dan longsor (4/4). Lebih 150 orang tewas akibat bencana banajir bandang, longsor dan Topan Seroja yang melanda NTB (2/4) dan Flores Timur, NTT (4/4)

LEBIH 150 korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Kab. Bima, Provinsi NTB (2/4) dan banjir bandang, tanah longsor dan topan Seroja di Flores Timur (4/4).

Bencana alam tidak bisa ditolak, tetapi dengan aksi mitigasi, sehingga semua pihak lebih siap, jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda yang ditimbulkannya selayaknya bisa diminimalisasikan.

Walau sudah diingatkan oleh BMKG, jika tidak ada tindak lanjutnya, tentu saja, tidak ada artinya atau sia-sia karena tidak ada upaya atau kesiapan warga menghadapi bencana yang muncul.

Kesadaran para pemangku kepentingan di daerah, mulai dari gubernur, bupati, terus ke jajaran yang di bawahnya, juga BPBD setempat, begitu pula wakil-wakil rakyat (DPRD provinsi dan Kabupaten dan Kota)  agaknya sesuatu yang mutlak perlu diasah dan ditingkatkan.

Tentu tidak sekedar menyampaikan himbauan atau peringatan yang pada publik secara berjenjang. Lebih dari itu, sikap sadar bencana para elit di daerah termasuk  melakukan berbagai langkah antisipatif atau mitigasi.

Dari sisi anggaran, selain perlu alokasi dana misalnya untuk merelokasi lingkungan hunian rawan bencana, mensosialisasikan ancaman bencana di wilayah rawan bencana, menyiapkan dan melakukan simulasi evakuasi dan juga tempat-tempat penampungan sementara.

Saat ini operasi pencarian korban yang tertimbun longsoran tanah Di P. Adonara masih terus dilakukan oleh tim gabungan menggunakan peralatan seadanya karena bantuan alat-alat berat yang dibutuhkan belum tiba.

Minim Peralatan

Di desa Oyangbarang, Kab. Flores Timur, ratusan warga berupaya mencari korban banjir bandang yang terjadi Minggu dini hari menggunakan linggis, pacul atau sekop guna menyingkirkan batu-batu besar atau pohon tumbang yang menjadi penghalangnya.

Untuk menjangkau pulau Adonara seluas 509 Km persegi di ujung timur Pulau  Flores, Kab. Flores Timur itu bukan soal mudah yakni melalui jalan darat  dari Maumere ke Larantuka sejauh 137 Km selama tiga jam melintasi pantai selatan.