2.174 Rumah di Lumajang Rusak akibat Gempa Malang

Ilustrasi Kerusakan gempa di Lumajang/ Foto: Antara

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan hingga Kamis tercatat  sebanyak 2.174 rumah rusak di wilayahnya akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,1 yang berpusat di Kabupaten Malang.

Dia merinci 558 rumah rusak berat, 658 rumah rusak sedang, dan 958 rumah rusak ringan.

Namun dia mengakui Forkopimda Kabupaten Lumajang sinergitasnya sangat solid dalam penanganan pada warga yang terdampak bencana gempa bumi.

Sementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memaparkan penyebab kerusakan ribuan rumah di beberapa desa di Kabupaten Lumajang.

“Kami menyampaikan hasil survei pengukuran dan penghitungan yang dilakukan BMKG setelah terjadi gempa bumi dengan melihat kerusakan bangunan rumah di Lumajang,” katanya saat melakukan audensi dengan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Kamis.

Menurutnya hampir semua bangunan yang rusak, bahkan roboh penyebabnya karena faktor konstruksi bangunannya yaitu struktur bangunan rumah warga itu tidak diperkuat dengan kolom.

Faktor kedua yakni posisinya itu ada di atas gunung atau di tepi lereng gunung atau disebut perengan, sehingga rumah yang berada di posisi tersebut akan mengalami penguatan getaran dari tanah yang ada.

“Amplifikasi yang kami catat di lokasi beberapa desa di Lumajang yang rumah warganya banyak rusak itu mencapai 6 kali dari getaran yang normal, ” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, BMKG mengingatkan Pemkab Lumajang apabila melakukan rekonstruksi atau membangun rumah warga korban gempa di lokasi yang sama harus memperhatikan kontruksi bangunannya harus benar-benar mampu bertahan terhadap amplifikasi lebih dari 6 kali lipat getaran gempa.

“Jadi rekonstruksinya itu tidak boleh sembarangan dan bangunannya harus didesain mampu bertahan terhadap enam kali amplifikasi getaran,” katanya, dilansir Antara.