Pemudik Sudah “Curi Start”

Mudik dipercepat mulai dilakukan sejumlah pemudik dari kota-kota besar guna menghindari larangan mudik 6 sampai 17 Mei nanti.

PARA pemudik musim lebaran 1442H dari wilayah Jabodetabek sudah tampak melintasi wilayah pantura, “mencuri start” menghindari larangan mudik yang diberlakukan mulai 6 sampai 17 Mei nanti.

Tidak ada aturan yang dilanggar, namun jika larangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19, baik pemudik yang bakal menyebarkan virus atau mereka terpapar dari keluarga di kampung, tentu sasarannya bisa tidak tercapai.

Larangan mudik diberlakukan kepada ASN, personil TNI dan polisi, karyawan BUMN dan perusahaan swasta dan elemen masyarakat lainnya kecuali untuk hal-hal tertentu misalnya ambulance, angkutan orang sakit atau tugas.

Berdasarakan survei kemenhub baru-baru ini, sekitar 81 juta orang di kota-kotabesar berniat mudik jika pemerintah tidak memberlakukan larangan mudik, sementara sekitar 27 juta orang tetap akan mudik walau diarang.

Tidak semua bisa mudik sebelum tanggal 6 Mei dan kembali pada 17 Mei (12 hari) kecuali bagi pekerja tidak tetap, wiraswasta atau mungkin pekerja kantoran yang bisa bekerja dari rumah (WFH).

Untuk mengantisipasi warga yang memaksakan mudik, pemerintah akan memberlakukana operasi gabungan dengan menyekat 333 titik sepanjang Pulau Jawa, Lampung sampai Bali yang akan mengawasi lintasan mudik selama 24 jam.

Titik penyekatan tersebut diharapkan akan membuat para pemudik yang nekat menerobos titik penyekatan atau mencoba bergerilya” melalui jalan-jalan tikus.

Pemerintah juga sudah mengingatkan, mereka yang mencoba-coba ngotot mudik, karena bakal mengalami kesulitan, diminta putar balik ke titik awal pemberangkatan mereka.

Namun apakah efektif tidaknya, tentu kebijakan itu akan teruji setelah dilaksanakan, mengingat pada musim mudik lebaran 2020 lalu, sekitar 923.000 an pemudik masih lolos di kota-kota destinasi mudik di P. Jawa.

Selain melalui jalan-jalan tikus, pemudik kucing-kucingan dengan berganti moda angkutan jarak pendek, memanfaatkan kendaraan omprengan, bahkan sampai mengangkut mobil atau sepeda motor  dengan truk atau trailer.