Waspada! Kluster Perkantoran

Angka penyebaran Covid-19 di kluster perkantoran di wilayah DKI Jakarta cenderung naik lagi, salah satu kemungkinannya akibat euforia pasca vaksinasi yang membuat kepatuhan pada proses 3M longgar.

SELAIN  potensi lonjakan kasus paparan Covid-19 saat libur panjang jika arus mudik dan balik di tengah Idul Fitri 1442H gagal dicegah nanti, tren penyebaran penyakit akibat virus corona di kluster perkantoran di DKI Jakarta kini meningkat lagi.

Di wilayah DKI Jakarta pada pada periode antara 5 sampai 11 April tercatat 157 kasus positif Covid-19 di 78 perkantoran dan antara 12 sampai 18 April terdapat 425 kasus positif di 17 perkantoran.

Euforia pasca vaksinasi tahap pertama (prioritas) yang dilakukan pemerintah bagi ASN, TNI, Polri dan petugas layanan umum serta lansia menyasar 40,3 juta penduduk Indonesia sejak 13 Maret diperkirakan berkontribusi terhadap kenaikan angka kluster perkantoran di  Jakarta.

Menurut catatan, sampai 26 April,  suntikan pertama vakinasi tahap pertama (prioritas) di wilayah DKI Jakarta sudah mencakup 1.796.387 orang atau 59,9 persen dari sasaran target vaksinasi prioritas dan 1.059.559 orang untuk suntikan kedua atau 35,3 persen.

Sedangkan pada hari yang sama, di DKI Jakarta tercatat 405.812 kasus positif Covid-19 (naik 749 kasus dari hari sebelumnya), meninggal 6.600 orang (naik 15 orang) dan total kesembuhan 392.595 (naik 1.294 orang).

Polda Metro Jaya saat ini juga sedang mengusut kasus aksi kerumunan pendukung Persija atau Jacakmania yang menggelar pawai kendaraan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin dinihari (26/4).

Ratusan anggota Jackmania berkumpul di sekitar kawasan itu tanpa sepengetahuan atau izin Polda Metro Jaya sampai aksi mereka dihentikan dan puluhan orang dimintai keterangan sebelum dilepas kembali.

Kewaspadaan terhadap potensi gelombang serangan varian baru virus corona tidak bisa dilonggarkan, menarik pelajaran dari peristiwa di India dimana saat terjadi “tsunami” serangan Covid-19.