Covid-19: Jangan Sampai Seperti India

Rekor demi rekor pertambahan korban Covid-19 terus dipecahkan di India membuat krematorium kewalahan sehingga jasad koban Covid-19 dikremasi di lapangan terbuka.

KEPATUHAN terhadap prokes 5M (Mencuci tangan, Memakai masker, Mejaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas) serta mengikuti vaksinasi harus terus ditingkatkan untuk menghindari lonjakan Covid-19 seperti terjadi di India.

Kerumunan ribuan massa seperti terjadi pada acara keagamaan penyucian di Sungai Gangga tanpa mengindahkan prokes 3 M dan juga sejumlah pemilu yang digelar di negara-negara bagian diduga penyebab utama melonjaknya kasus Covid-19 di India.

Bayangkan, dalam lima hari berturut-turut, angka pertambahan kasus harian orang terpapar Covid-19 memecahkan rekor yakni sebanyak 362.757 orang pada 28 April menjadi 17.988.637 orang dan  yang meninggal  3.293 orang menjadi 201.165 orang pada hari yang sama.

Ranking 1 korban Covid-19 global masih dipegang Amerika Serikat dengan total orang terpapar 32.924.596 orang dan 587.328  meninggal, sedangkan ranking ke-3 Brazil dengan 14.446.541 orang terpapar dan 389.609 meninggal.

Di Indonesia, angka perambahan harian korban terpapar Covid-19 masih konstan sejak medio Februari lalu yakni berkisar 5.000-an orang. Pada 28 April tercatat penmbahan 5.241 kasus baru menjadi 1.657.035 dan korban meninggal 177 orang sehingga totalnya 45.116 orang.

Sementara di India, RS-RS dan pusat layanan kesehatan di ambang kolaps karena lonjakan penyebaran Covid-19 yang nyaris tak terkendali ditandai dengan penuhnya rumah-rumah sakit rujukan.

Warga yang putus asa mengunggah pesan SOS di media sosial karena keluarga mereka yang terkena Covid-19 ditolak dirawat pihak RS-RS yang kewalahan menampung lonjakan jumlah pasien dan juga kehabisan obat-obatan terutama antai virus seperti rendesivir dan oksigen.

Keluarga pasien harus pontang-panting mencari RS. Bagi yang mampu, mereka mencari sendiri obat-obatan anti viral di pasar gelap dengan harga puluhan kalilipat dari harga normal, begitu pula tabung oksigen yang makin langka dan melangit harganya.