Awas! Kluster Pasar dan Mall

Mal -mal, pusat perbelanjaan dan pasar seperti Pasar Binaan Warga Jatibaru, Jakarta Pusat diserbu pengunjung (3/5) yang memburu kebutuhan lebaran. Tidak kurang 100.000 pengunjung memadati Ps Tanah Abang pada hari yang sama

LONJAKAN tak terkendali jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat akhir pekan lalu jika tidak diantisipasi di tempat-tempat lainnya di seluruh Indonesia bisa memicu kluster-kluster baru penyebaran Covid-19.

Bertambah dekat menjelang hari “H” Idul Fitri 1442H yang diperkirakan jatuh pada 13 Mei nanti, hasrat warga untuk berbelanja “at any cost” agaknya sukar dibendung, apalagi jika aparat dan pemda setempat tidak konsisten atau setengah-setengah dalam menegakkan peraturan.

Ada tiga unsur yang terlibat dalam subyek bagi tegaknya protokol kesehatan 3M di pasar-pasar tradisional, mal dan pusat-pusat perbelanjaan yakni aparat penegak hukum, pengunjung dan pelaku usaha yakni pemilik kios, toko, lapak.

Selain petugas yang harus konsisten, tegas dan tak kenal lelah, para pengunjung pasti bakal lebih fokus mencari “buruannya” kebutuhan lebaran, sementara pelaku usaha, secara naluriah pasti berharap akan datang sebanyak mungkin pengunjung yang menjadi calon pembeli.

Ujung-ujungnya, yang harus dan bakal kerja keras memang ya cuma para petugas yang biasanya terdiri dari unsur-unsur gabungan seperti Satpol PP, kepolisian dan  anggota TNI, baik teritorial mau pun  yang di-BKO-kan.

Pasar Tanah Abang yang menjadi destinasi utama para pemburu kebutuhan lebaran yang pada hari-hari minus “H” lebaran dikunjungi 35.000-an orang, melonjak pada Sabtu lalu (1/1) sampai 87.000 orang, bahkan Minggu melampaui 100.000 orang.

Kepadatan kerumunan juga berimbas dari Pusat Grosir Tanah Abang yang terkoneksi melalui jembatan penyeberangan multi guna (JPM) ke Pasar Binaan Warga Jati Baru dan selanjutnya ke area sekitarnya.

Yang membuat lebih parah, dalam upaya menghindari tumpukan calon penumpang, KRL tidak stop di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00  – 19.00, padahal mayoritas pengunjung dari wilaya Jabodetabek memanfaatkan moda transportasi tersebut.