Dinkes Cilacap Pastikan 12 Tenaga Medis di RSUD Tidak Terinfeksi Corona Varian India

Ilustrasi/ Tempo

CILACAP – Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memastikan 12 petugas kesehatan RSUD Cilacap yang diduga tertular virus dari awak kapal yang terserang COVID-19 tidak terinfeksi virus corona varian B1617.2 yang menyebar dari India.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan genome squencing yang dilakukan oleh Laboratorium Mikrobiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, para nakes RSUD Cilacap yang diduga terpapar anak buah kapal berkewarganegaraan Filipina bukan tertular varian India, melainkan varian lokal Indonesia.

“Berarti sejauh ini tidak ada transmisi lokal dari varian India yang menginfeksi para awak kapal tersebut, namun demikian kita tetap harus waspada,” kata Pramesti.

Ia mengatakan bahwa Dinas Kesehatan sudah mengirimkan spesimen dari beberapa tenaga kesehatan lain ke laboratorium pemeriksaan dan masih menunggu hasilnya. “Mudah-mudahan hasilnya juga negatif,” katanya.

Sebanyak 14 awak Kapal MV Hilma Bulker berbendera Panama yang mengangkut gula rafinasi dari India diketahui terserang COVID-19 saat berada di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, untuk membongkar muatan.

Ke-14 awak kapal yang seluruhnya berkewarganegaraan Filipina itu selanjutnya menjalani perawatan di RSUD Cilacap dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan genom, virus corona yang menginfeksi awak kapal tersebut merupakan virus corona varian B1617 yang menyebar dari India.

Pemerintah Kabupaten Cilacap kemudian melakukan pelacakan, pemeriksaan, dan penanganan pada petugas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Intan serta petugas RSUD Cilacap yang terlibat dalam penanganan kru kapal.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap telah melakukan pelacakan pada lebih dari 700 orang, termasuk 451 petugas RSUD Cilacap, 89 petugas puskesmas, dan 91 orang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, di antara orang-orang yang menjadi sasaran pelacakan ada 66 orang yang dikonfirmasi terserang COVID-19, termasuk 52 tenaga kesehatan yang diduga tertular langsung dari awak kapal dan 12 anggota keluarga dari tenaga kesehatan.

“Berdasarkan data, yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 23 orang, yang baru sekali dinyatakan negatif dan masih menunggu satu kali pemeriksaan lagi ada 11 orang, terus yang masih aktif (terinfeksi) 18 orang,” kata Pramesti.

“Jadi angkanya untuk tenaga kesehatan yang diduga tertular langsung dari ABK (anak buah kapal) sebanyak 52 orang,” pungkasnya, dikutip Antara.