Awas Lonjakan Covid-19 Awal Juli

Lonjakan Covid-19 akibat meningkatnya mobilitas dan aktivitas massa sejak sebelum dan pasca Idul Fitri 1442 H diperkirakan akan terjadi awal Juli

ANGKA kenaikan penyebaran Covid-19 akibat tingginya mobilitas dan kegiatan masyarakat sejak sebelum sampai pasca lebaran terus merambat naik dan diperkirakan akan mencapai puncaknya, awal Juli.

Kasus positif Covid-19  nasional sampai Senin, 7 Juni bertambah 6.993 kasus menjadi 1.863.031 kasus, yang meninggal bertambah 191 orang menjadi 51.612 orang, sedangkan yang sembuh bertambah 5.594 oang menjadi 1.705.971 orang.

Angka kasus Covid-19 di P. Jawa menyumbang lebih separuh (52 persen), sementara Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua dan Riau berkontribusi bagi 65 persen dari kasus aktif yang totalnya 99.663 kasus atau terjadi penambahan 5,5 persen dibandingkan lima hari sebelumnya.

Tren kasus Covid-19, menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito,  diperkirakan akan terus merambat naik sampai puncaknya pada awal Juli.

Hal itu juga tercermin dari peningkatan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di instalasi perawatan intensif sejumlah rumah sakit, bahkan di beberapa daerah sudah mencapai 100 persen.

Data keterisian tempat tidur (BOR) Kemenkes untuk ruang perawatan intensif (ICU) dan ruang isolasi RS, Senin lalu (7/6)  mencapai 40,11 persen, kecuali tujuh provinsi yakni Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Jawa Tengah Jambi, Riau, Jawa Barat dan Sumatera Barat yang sudah di atas 50 persen.

Keterisian tempat tidur di RS mencapai 80 persen, antara lain di  Kab. Rembang, Sragen, Demak, Kudus, Kota Semarang dan Tegal di Provinsi Jawa Tengah serta Kabupaten Bungo, Jambi.

Di Kudus, lonjakan pasien di RSUD Loekmono Hadi dalam sepuluh hari terakhir dari 35 orang mejadi 350 orang sehingga sejumlah pasien terpaksa ditempatkan di lobi dan lorong-lorong RS, bahkan angka kematian  lebih 30 orang sehari sehingga jenasah harus antri di unit pemusalaraan RS.