Kisah 39 Wanita Korban Meninggal Agresi Israel, Banyak yang Tewas dalam Keadaan Hamil

Jenazah korban agresor Israel ke Jalur Gaza selama 11 hari di bulan Mei 2021. Sebanyak 253 gugur dan 1948 luka luka. Foto : PIP

GAZA – Sebanyak 39 wanita, sebagian besar ibu, menjadi korban meninggal akibat serangan Israel di Gaza pada Mei lalu, dan harus meninggalkan orang yang mereka cintai dengan sejumlah cerita menyakitkan.

Mereka termasuk dari 254 warga Palestina yang meninggal, ditambah 66 anak-anak, dan lainnya merupakan pria.

Berikut data para wanita yang terbunuh dalam serangan terbaru Israel pada 11-20 Mei 2021, sebagaimana dirangkum dari Anadolu Agency:

1) Layali Abu al-Khair

Layali Abu al-Khair, 40, seorang sarjana biologi, adalah ibu dari 7 anak. Dia kehilangan nyawanya bersama suami dan 3 anaknya dalam serangan Israel.

2) Amira Abdel Fattah Sobh

Amira Abdel Fattah Sobh, 58, meninggal bersama putranya yang difabel, Abdurrahman, saat serangan udara Israel menargetkan rumah mereka.

3) Manar Baraka

Manar Baraka, 18, juga menjadi sasaran serangan Israel di Deir el-Balah, Gaza, saat dia berada di lapangan tempat peternakan ayam keluarganya berada.

4) Reem Saad El-Telbani

Rim Saad et-Telbani, 31, seorang sarjana teknologi informasi, meninggal dalam keadaan hamil 7 bulan bersama dua anaknya dan bayinya yang belum lahir.

5) Miami Arafa

Miami Arafa, 48, ibu dari empat anak, juga tewas dalam serangan Israel. Dia bermimpi untuk menghadiri upacara pernikahan anak-anaknya.

6) Hadeel Arafa

Arafa, 28, sedang mempersiapkan pernikahannya yang rencananya diadakan dua minggu setelah Idul Fitri.

7) Maysoon Zaki Al-Hato

Al-Hato, 55, tewas bersama suaminya saat mobil yang mereka tumpangi ditabrak Israel.

8) Rawya al-Tanani

Tanani, 35, yang sedang hamil, meninggal bersama suami dan empat anaknya. Sebelum meninggal, keluarga itu bercita-cita untuk membeli rumah.

9) Walaa Amen

Walaa, 25, yang sedang mengandung bayi pertamanya yang dia beri nama Meryem, kehilangan nyawanya dalam serangan Israel.

10) Warda Amen

Warda, 24, adik Walaa, dikenal sebagai murid yang pintar. Dia belajar perdagangan dalam bahasa Inggris di universitas dan berencana untuk mulai bekerja untuk menghidupi keluarganya.

11) Hadeel Amen

Hadeel, 21, saudara perempuan Walaa, adalah seorang mahasiswa sekolah perawat. Dua minggu sebelum dia meninggal dalam serangan itu, dia menjual anting-anting emasnya untuk membeli peralatan sekolah seperti jas putih, monitor tekanan darah, dan stetoskop.

12) Kholoud Al-Zamili

Ibu dua anak, Zamili sedang hamil 7 bulan. Dia, putrinya serta bayinya yang belum lahir meninggal dalam serangan Israel.

13) Halima Al-Madhoun

Halima Al-Madhoun, 66, juga tewas dalam serangan Israel bersama suaminya, Abdurrahman.

14) Siham Yousef Al-Rantisi

Siham Rantisi, 66, termasuk di antara warga sipil yang menjadi sasaran serangan Israel bersama putranya, menantunya, dan cucunya yang berusia 2 tahun.

15) Shaima Diab Al-Rantisi

Seyma, menantu Siham Rantisi, tewas dalam serangan tersebut bersama dengan putranya yang berusia 2 tahun dan suaminya.

16) Manar Issa Salama

Menar, 39, dan putrinya Lina termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu.

17) Nima Saleh Ayyash

Nimet Salih, 47, yang merawat ibunya yang berkebutuhan khusus di Desa Ummu Nasr, Gaza utara, tewas dalam serangan bom Israel.

18) Sabreen Abu Dayya

Sabrin, 28, ibu dari lima anak, dibunuh oleh Israel bersama putranya yang berusia 10 bulan dan dua saudara perempuannya.

19) Nisreen Abu Dayya

Ibu tiga anak, Nesrin, 26, hidup dalam kondisi ekonomi dan sosial yang sulit. Dia menantikan untuk bertemu kembali dengan suaminya yang pergi ke Eropa untuk bekerja tiga tahun yang lalu.

20) Lamia Al-Attar

Lamia, 27, ibu dari tiga anak, terbunuh dalam serangan Israel bersama dua putranya.

21) Fayza Salama

Fayize, 43, ibu tiga anak dan nenek dari enam cucu, sedang menantikan cucu ketujuhnya sebelum tewas dalam serangan Israel.

22) Yasmin Abu Hatab

Bom Israel merenggut nyawa Yasemin, 30, dan empat anaknya. Dia dididik sebagai guru sekolah dasar tetapi dia mengabdikan hidupnya untuk membesarkan anak-anaknya.

23) Maha Abu Hatab “Al Hadidi”

Serangan tentara Israel membunuh Meha, 35, bersama empat anaknya.

24) Abeer Eshkontna

Abir, 29, adalah ibu dari lima anak, dia meninggal bersama empat anaknya dalam serangan Israel.

Tujuh wanita dari keluarga “Abu Al-Owf”:

25) Majeda Abu Al-Owf

Mecdiyya Abu al-Avf, 78, adalah nenek dari 13 cucu.

26) Sobhia Abu Al-Owf

Sobhia, 72, kehilangan penglihatannya 11 tahun lalu karena masalah kesehatan.

27) Raja Abu Al-Owf

Raja, 41, adalah salah satu relawan yang bekerja untuk dukungan psikologis di Gaza. Dia sedang bersiap untuk ujian tesis doktornya di bidang psikologi di Universitas Islam. Dia dan keempat anaknya tewas dalam serangan Israel.

28) Raja Abu Al-Owf (Al-Efrangi)

Raja Al-Efrangi, 41, yang terbunuh dalam serangan Israel bersama keempat anaknya, menyelesaikan gelar masternya di bidang sosiologi tiga hari sebelum kematiannya.

29) Reem Ahmed Abu Al-Owf

Reem, 40, ibu dari empat anak, kehilangan nyawanya bersama suaminya Eymen dan tiga anaknya dalam serangan Israel. Hanya putranya Omar yang tersisa dari keluarganya.

Dua saudara perempuan:

30) Shaima Abu Al- Owf

Shaima, 21, sedang mempersiapkan pernikahannya yang akan digelar pada Juni. Dia adalah mahasiswa di fakultas kedokteran gigi dan seorang penghafal al-Qur’an.

31) Rawan Alaa Abu Al- Owf

Ravan, 18, adalah seorang mahasiswa teknik komputer.

Lima wanita dari keluarga Kolak:

32) Saadia Yousef Al-Kolak

Serangan Israel merenggut nyawa Sadiyya, 84, dan putrinya.

33) Bahaa Amin Al-Kolak

Bahaa, 49, adalah seorang wanita lajang yang merawat orang tuanya yang sudah lanjut usia. Dia meninggal bersama ibunya di jalan Al-Wehda, Gaza.

34) Reham Fawaz Al-Kolak

Reham, 33, bekerja sebagai insinyur di sebuah perusahaan Telekomunikasi Palestina. Dia adalah penggemar setia liga sepak bola Spanyol.

35) Ayat Ibrahim Al-Kolak

Bom Israel menewaskan Ayat yang berusia 19 tahun bersama suaminya dan putranya yang baru berusia 6 bulan di jalan Al-Wahde.

36) Amal Jamil “Al-Tatar” Al-Kolak

Amal, 42, meninggal bersama ketiga putranya.

37) Amani Saleha

Ibu dari seorang putri, Emani, 38, sedang hamil 8 bulan ketika dia meninggal dalam serangan Israel bersama seluruh keluarganya.

38) Fida’a al-Qudra

Fida’a, 35, adalah ibu dari dua anak yang juga tewas dalam serangan Israel.

39) Huda Salah al-Khaznadar

Huda, 36, tewas ketika bom Israel menghantam rumahnya di Khan Yunis. Suami dan anak-anaknya terluka dalam serangan yang sama.