Beda Poliandri di Nepal dan Indonesia

Praktek poliandri yang jelas melanggar UU Perkawinan dan aturan agama kabarnya juga dilaporkan terjadi di kalangan ASN.

DIBANDINGKAN dengan poligami atau orang dengan isteri lebih dari satu, praktek poliandri atau bersuami lebih dari satu jarang terjadi atau biasanya di Indonesia dilakukan diam-diam, tidak seperti halnya di wilayah Nepal dan Tibet.

Di Indonesia, praktek poliandri juga terdengar secara selentingan, bahkan konon menjadi tren di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) walau juga berlangsung di bawah tangan dan bersifat individual, karena melanggar ketentuan agama dan UU Perkawinan.

 Sebaliknya di Nepal dan Tibet di kawasan pegunungan Himalaya, poliandri dianggap sesuatu yang wajar dan sudah dilakukan turun-temurun sejak nenek moyang mereka di zaman dahulu.

Laki-laki yang dinikahi biasanya saling bersaudara kandung. Satu wanita yang menikah dengan seorang laki-laki, lalu beberapa tahun kemudian  menikahi adik suaminya.

Beragam alasan juga melatarbelakangi praktik poliandri, selain atas dasar cinta, berbagi dengan sudara atau juga motif ekonomi, karena biasanya mereka tetap tinggal serumah atau memiliki kebun warisan yang dikelola bersama.

Tsepal Lama, seorang pria Nepal mengaku, poliandri  menguntungkan secara ekonomi. “Satu keluarga tak harus membagikan tanah untuk anak mereka yang telah menikah,” ujarnya seperti di kutip BBC.

BBC mengungkap kisah Kundol, perempuan bersuamikan dua lelaki sekandung, Tsering Yeshi yang berprofesi petani dan Pema Shering, pekerja di kantor pemerintah.

Dari hasil perkawinan seti tiga itu mereka dikarunia anak dan tahu siapa ayah dari anak-anak tersebut, walau hal itu tidak terlalu berarti dan bermasalah bagi mereka. Keluarga itu juga tinggal satu atap dengan damai. Salah satu suaminya mengaku tidak merasa cemburu, karena mereka melakukannya untuk bertahan hidup.

Pertimbangan lainnya, para istri tidak merasa kesepian jika suatu saat salah satu suaminya meninggal dan poliandri akan membuat anak-anaknya memiliki masa depan lebih cerah karena diayomi oleh dua ayah.