Langkah Terpadu Perlu Cegah Ledakan Covid-19

Koordinasi lebih baik perlu dilakukan menghadapi kemungkinan ledakan Covid-19 awal Juli nanti. Tren peningkatan kasus Covid-19 sudah terjadi di sejumlah daerah.

LANGKAH lebih terpadu perlu dilakukan pemerintah pusat dan pemda, BNPB serta instansi  lainnya guna mencegah lonjakan penyebaran Covid-19 yang terjadi secara sporadis di sejumlah daerah pasca liburan panjang Idul Fitri, disambung Idhul Adha, 20 Juli.

Lonjakan kasus Covid-19 dlaporkan di sejumlah daerah. Di wilayah Bogor misalnya, Puskesmas Kayu Manis dan Puskesmas Pembantu Kencana, terpaksa ditutup setelah 11 nakesnya terpapar (8/6).

Di perumahan Vila Mutiara Gading, Desa Setia Asih, Kec. Pondok Jaya, pada hari yang sama terdeteksi 33 warganya yang terpapar dari klaster  hajatan yang digelar satu keluarga.

Di Kemayoran, Jakarta Pusat, 78 warga di tiga RT di Kelurahan Sumur Batu dikonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan tes antigen. Sebagian yang terpapar dari klaster keluarga itu dirujuk di RS Darurat Covid-19 (RSDC) dan sebagian di isolasi mandiri di rumah.

Potensi kenaikan penyebaran Covid-19 juga dicemaskan terjadi akibat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 226 sekolah dan juga aktivitas warga menjelang Idhul Adha mendatang.

Sedangkan 26 keluarga di Kel. Cibogo, Kec. Lembang, Bandung Barat juga dinyatakan terinfeksi Covid-19. Keterisian tempat tidur (BOR) RS Hasan Sadikin, Bandung dilaporkan naik sampai 50 persen (112) dari 224 ruang tersedia, bahkan 34 dari 40 ruang ICU sudah terisi.

Dari Kab. Kendal, Jawa Tengah, dilaporkan 77 warga Desa Karang Sari, Kec. Kendal  terpapar setelah satu keluarga menggelar acara takziah berkaitan dengan meninggalnya salah satu anggota keluarga mereka.

Kudus dan Bangkalan, Fokus Perhatian

Kudus di Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura, Jawa Timur  masih menjadi titik perhatian pemerintah pusat dan pemda setempat setelah terjadi lonjakan Covid-19 yang membuat kepanikan.

Di Kudus, kasus aktif melonjak ke angka teringgi sebanyak 499 kasus pada 18 Januari, lalu sempat turun sampai 60 kasus pada 11 April, namun melonjak lagi menjadi 307 kasus pasca lebaran (20/5) dan 1.764 kasus aktif (7/6). Kasus harian naik dari 121 kasus (24/5) menjadi 360 kasus (7/6).