Vaksinasi Berpacu Dengan Pandemi

Capaian program vaksinasi untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan komunitas masih jauh dari target, sementara penyebaran Covid-19 terus melonjak. Puncak pandemi diperkirakan pada awal Julii. Tingkatkan kepatuhan pada prokes 5M!

CAKUPAN vaksinasi untuk kelompok priorias khususnya lansia selain tenaga kesehatan pekerja sektor layanan umum yang seluruhnya berjumlah sekitar 40,3 juta masih rendah.

Padahal, vaksinasi bagi 181,5 juta jiwa atau dua pertiga penduduk Indonesia yang semula ditargetkan bisa rampung akhir tahun ini, diharapkan mampu menciptakan “herd immunity” atau kekebalan kelompok terhadap virus corona penyebab Covid-19.

Berdasarkan data dari Kemenkes, jumlah penerima dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19 sampai 9 Juni baru mencapai 11,4 juta orang atau 28,34 persen dari sasaran yang totalnya berjumlah sekitar 40,3 juta jiwa.

Dari 11,4 juta penerima vaksin, 1,3 juta orang diantaranya terdiri dari  tenaga kesehatan, 7,6 juta pekerja sektor layanan publik dan 2,3 juta lansia dari seluruhnya sekitar 28 juta lansia.

Epidemiolog Prof. Dr Sitti Setiati Sp PD mengemukakan, rendahnya jumlah lansia yang divaksinasi antara lain terjadi akibat informasi yang  tidak tepat dan juga sering menyesatkan, seperti dianggap berisiko bagi kesehatan mereka.

Kendala lainnya, banyak lansia terutama di wilayah pedesaan yang sulit menjangkau lokasi vaksinasi karena keterbatasan fisik dan sarana  transportasi.

Lambannya vaksinasi di daerah, misalnya terjadi di Aceh yang suntikan vaksin baru dilakukan pada 300-ribuan warga dari target 3,3 juta warga yang akan divaksin.

Di wilayah rawan aksi-aksi  Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) seperti Waropen, Nduga dan Puncak Jaya, vaksinasi dalam pekan terakhir ini terhenti, bahkan belum dilakukan sama sekali terhadap lansia.

Di Kepulauan Riau, vaksinasi baru mencapai 16,4 persen, tertinggi di Batam, sedangkan capaian di Kep. Anambas, Natuna dan Lingga baru mencapai 10-ribu orang karena terbatasnya pasokan vaksin.

Setelah melambat selama Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah melakukan akselerasi penyuntikan vaksin mulai Juli menyasar satu juta jiwa per hari dengan target sasaran yang diperluas.