Pungli di Tg. Priok, Cerita Lama

Para pemalak supir truk peti kemas di pelabuhan Tg. Priok, Jakarta diperagakan oleh polisi. Tanpa keseriusan, konsistensi dan koordinasi lintasinstansi, praktek pungli yang sudah berlangsung puluhan tahun dan dinikmati banyak oknum agaknya mustahil bisa dibasmi sampai ke akar-akarnya.

PRAKTEK  pungli atau pemerasan di lingkungan Tg. Priok, Jakarta dan  juga di banyak pelabuhan  laut serta urusan kargo di bandara di Indonesia sudah bukan rahasia umum lagi.

Berbagai tahapan bongkar muat barang (cargo handling) di lingkungan kesyahbandaran menjadi lahan subur bagi  sejumlah orang termasuk  yang bekerja di perusahaan angkutan, bongkar-muat dan berbagai instansi serta petugas keamanan.

“Korps Preman” , baik yang berseragam mau pun preman tulen tanpa seragam dan tanda pangkat walau tidak dideklarasikan dalam suatu wadah  koalisi, masing-masing menjalankan “fungsinya” melanggengkan praktek “good premanisme” , tau sama tau, tanpa saling ganggu.

Polisi baru bergerak (lagi) setelah Presiden Jokowi yang semula menerima keluhan dari para pengendara truk container menginstruksikan pemberantasan pungli  di lingkungan pelabuhan yang sudah berlangsung, mungkin sejak RI Merdeka pada 1945.

“Pak Kapolri, selamat pagi. Ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver container terkait  pungli di Terminal Fortune, di New Priok Container Terminal One (CPNT) dan di Depo Dwipa.Juga  kalau pas macet, mereka dipalaki oleh preman-preman. Tolong diselesaikan. Itu saja,” kata presiden pada Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo per telpon.

Polres Jakarta Utara langsung mengamankan 42 orang dari dua TKP,   Polsek Cilincing dan Tanjung Priok masing-masing enam dan delapan orang, sedangkan Polres Metro Tanjung Priok atau KP3 mengamankan tujuh orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (11/6).

Di era Orba, operasi penertiban juga pernah dilakukan, namun hasilnya yang begitu-begitu saja, cuma ramai di media massa beberapa pekan saja, lalu praktek yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi itu berjalan mulus lagi.

Tim Saber Pungli