Kemenkes: 145 Kasus Varian Baru Corona yang Ditemukan di Indonesia Diyakini Lebih Cepat Menular

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, pandemi Covid-19 seperti halnya influenza, bisa berubah menjadi penyakit musiman akibat cuaca. Namun demikian, munculnya mutasi virus corona menjadi sejumlah varian baru, tetap menjadi ancaman global.

JAKARTA –  Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan 47 dari total 145 kasus varian baru SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang ditemukan di Indonesia berasal dari luar negeri.

Ia mengatakan hingga Minggu (13/6/2021), dari total 1.989 sekuens yang diperiksa, telah dideteksi 145 sekuens Vatiant of Concern (VoC) yang diyakini lebih ganas serta menular lebih cepat hingga memperparah pasien saat jatuh sakit.

Sebanyak 36 kasus terdeteksi di Indonesia sebagai B117 (Alfa), lima kasus B1351 (Beta), dan 104 kasus B1617.2 (Delta).

Saat ini, kasus tersebut menyebar di sejumlah daerah di Indonesia, dan jumlah kasus terbanyak berada di Brebes, Cilacap, dan Kudus, Provinsi Jawa Tengah yang terdiri atas 75 kasus varian Delta dan satu kasus varian Alfa.

Selain di Jawa Tengah, kata Siti Nadia, DKI Jakarta juga mendominasi jumlah kasus, masing-masing varian Alfa 24 kasus, Beta empat kasus, dan Delta 20 kasus.