KENCAKA GANDRUNG (1)

Kata Kencaka pada Salindri, jika kerja bagus dalam setahun akan diangkat jadi komisaris BUMN.

BENAR kata raja dangdut Rhoma Irama, orang bisa melarat karena judi. Bener-bener hidup nggombal. Keluarga Pendawa Lima telah mengalami dengan telak. Gara-gara kalah bermain dadu, mereka harus dibuang dalam hutan selama 12 tahun. Bila sampai ketahuan keluarga Kurawa Satus, harus kembali ke hutan dalam tempo yang sama. Bayangkan, hampir seperempat abad tak boleh berkumpul dengan manusia pada umumnya, kecuali dengan hewan-hewan penghuni hutan, dari macan sampai monyet.

Hidup di hutan di era milenial begini memang sangat menyiksa diri. Tak bisa main HP, nonton TV apa lagi jajan di Mack Donald atau belanja di minimarket bebas plastik. Makannya juga hanya buah-buahan hutan, ngrowot alias makan dari serba dedaunan. Selama 12 tahun tak menikmati gudeg Yogya atau thengkleng Solo, Pendawa Lima benar-benar menjadi manusia vegetarian.

“Kita tinggal setahun menjalani pembuangan, yuk masuk perkampungan dekat hutan Kamyaka sini.” Usul Bima kepada kakak tertua Puntadewa.

“Enggak ah, nanti kalau ketahuan Ngastina, kita bisa dihukum 12 tahun lagi.” Jawab Puntadewa.

“Asal kita hati-hati dan membatasi diri dalam penyamaran, pastilah aman.”

“Aman bagaimana? Ini jaman internet, ketahuan kita orang buangan, masuk Youtube dan diviralkan. Habis kita semua.” Kata Permadi membenarkan pendapat kakak sulung.

Biasanya setiap ketemu masalah Pendawa Lima selalu minta petunjuk ibu Kunthi. Tapi pasca Pendawa kalah judi, Kunthi pilih istirahat di Pagombakan Regency tempat tinggal Yamawidura. Memenuhi azas kolegial, keputusan diambil bersama. Setelah sama-sama sepakat mereka berenam keluar dari hutan dan masuk perkampungan. Ternyata itu wilayah negeri Wirata yang diperintah oleh Prabu Matswapati.

Rupanya Dewi Fortuna non Anwar sedang berpijak pada mereka. Sebab tak lama kemudian keduanya baca poster lowongan kerja yang ditempel di pohon mahoni pinggir jalan. Bunyi kalimatnya begini: Dibutuhkan 6 tenaga kerja pria wanita usia di bawah 35 tahun di atas 15 tahun, pekerja keras, sanggup kerja lembur, gaji menarik, ada peluang jadi komisaris utama. Yang berminat hubungi Istana Wirata. Lho, kok pas banget dengan jumlah mereka.