40 Negara Desak China Izinkan Tim HAM PBB Masuk Xinjiang

Penjaga keamanan berdiri di gerbang yang disebut China sebagai pusat pelatihan keterampilan kejuruan di Xinjiang [File: Thomas Peter/Reuters]

JENEWA – Lebih dari 40 negara mendesak China, Selasa (22/6/2021) untuk mengizinkan kepala hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mendapat akses langsung ke wilayah barat Xinjiang.

Izin itu diperlukan untuk menyelidiki laporan bahwa lebih dari satu juta sebagian besar etnis Muslim Uighur telah ditahan – beberapa mengalami penyiksaan atau kerja paksa.

Hal itu mendorong respon kemarahan dari Cina.

“Kami sangat prihatin dengan situasi hak asasi manusia di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang,” kata duta besar Kanada, Leslie Norton.

Pernyataan di Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa antara lain didukung oleh Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Beijing harus mengizinkan kepala hak asasi PBB Michelle Bachelet dan pengamat independen lainnya “akses langsung, bermakna dan tak terbatas” ke Xinjiang, dan mengakhiri “penahanan sewenang-wenang” terhadap warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya, katanya.

Seperti dilansir Al Jazeera, laporan yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa lebih dari satu juta orang telah ditahan secara sewenang-wenang di Xinjiang dan bahwa ada pengawasan luas yang secara tidak proporsional menargetkan warga Uighur dan anggota minoritas lainnya serta pembatasan kebebasan mendasar dan budaya Uighur.