Kedermawanan Bukan Utopis

Sifat kedermawanan dan gotong royong masyarakat semakin tumbuh di tengah pandemi Covid-19 dimana banyak warga memerlukan uluran tangan karena mengalami kesulitan ekonomi.

JAKARTA – Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh lembaga sosial dunia CAF (Charities Aid Foundation (CAF), World Giving Index (WGI) menempatkan Indonesia kembali menjadi negara paling dermawan sedunia setelah di tahun 2018 Indonesia pernah juga mengukuhkan di peringkat pertama sebagai negara paling dermawan.

Skor mengalami kenaikan, yang tadinya di angka 59% saat ini menjadi 69%. Australia dan Thailand yang sesama negara Asia hanya masuk dalam 10 besar saja. Apa yang menjadi pemicu Indonesia mendapatkan kembali [eringkat tersebut? Saya bertanya kepada seorang humas di lembaga zakat nasional, apa sih yang menjadi faktornya ketika yang kita lihat banyak juga rakyatnya yang masih berada di garis kemiskinan tetapi juga gemar berderma.

Dikatakan olehnya ada 3 komponen penilaian yaitu (helping stranger, donating money, volunteering time), didorong oleh kepedulian masyarakat khususnya melalui kesadaran berzakat para donatur dan keaktifan para pegiat zakat di negeri ini.

Alhamdulillah saya katakan hal ini menunjukkan sisi kedermawanan rakyat Indonesia yang memiliki sensitifitas sosial tinggi, terbukti dong Indonesia berada di peringkat pertama dalam sisi kedermawanan.

Berarti apakah hanya rakyatnya saja yang dermawan? Pemerintahnya apakah tidak? Pemerintahnya kemana? Ada sih, memang kalau menurut saya tidak hanya rakyatnya saja akan tetapi Pemerintahnya juga sudah banyak membantu rakyatnya yang miskin atau yang tergolong tidak mampu ini.

Tapi apakah sudah dikatakan populis? Belum tentu juga kalau menurut saya.

Kedermawanan linier dengan kemanusiaan, kedermawanan tidak hanya utopis, kedermawanan bukanlah retorika belaka melainkan nyata. Seperti sudah dijelaskan di atas, masyarakat saat ini sudah sangat dimudahkan dalam berdonasi menjadi salah satu faktor dalam penilaian. Banyaknya e-commerce yang memang mengkhususkan dalam penghimpunan dana kemudian disalurkan kepada yang berhak.

Dalam Islam kita mengenal adanya zakat, dimana dana-dana zakat tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak kemiskinan.

Seperti kita ketahui ada 8 golongan asnaf yang berhak menerima zakat. Pertama, fakir atau orang yang tidak memiliki harta, Kedua, miskin atau orang yang penghasilannya tidak mencukupi, Ketiga, Gharim atau orang yang memiliki banyak hutang. Keempat, Riqab atau biasa disebut hamba sahaya/budak. Kelima, fisabilillah atau pejuang di jalan Allah. Keenam, mualaf atau orang yang baru masuk Islam. Ketujuh, Ibnu Sabil atau seorang musyafir dan para pelajar perantauan, dan kedelapan Amil zakat seorang panitia penerima dan pengelola dana zakat.

Masyarakat dan juga para Lembaga Zakat mempunyai tugas yang sangat mulia kalau menurut saya yaitu membantu para dhuafa, fakir miskin dan orang-orang yang tidak mampu, namun harapannya terakhir sebetulnya agar para masyarakat ini juga tidak hanya terus-terusan menjadi tangan yang di bawah tetapi menjadi tangan yang di atas itu akan lebih baik.

Berikut ini saya tampilkan urutan lengkap 10 negara paling dermawan di dunia dengan urutan atas dan bawah:

TERATAS

Indonesia 69%

Kenya 58%

Nigeria 52%

Myanmar 51%

Australia 49%

Ghana 47%

New Zealand 47%

Uganda 46%

Kosovo 46%

Thailand 46%

TERBAWAH

Latvia 25%

Perancis 25%

Pakistan 25%

Lebanon 24%

Maroko 23%

Korea Selatan 22%

Itali 22$

Belgia 21%

Portugal 20%

Jepang 12%