Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik

JAKARTA – Saat Iduladha Pendistribusian daging kurban saat momen Iduladha telah meningkatkan secara eksponensial volume sampah plastik masyarakat. Secara umum, masyarakat Indonesia masih terbiasa menggunakan kantong plastik sebagai wadah atau kemasan daging kurban yang akan dibagikan. Tak dielakkan karena kantong plastik cukup familiar, mudah diperoleh serta harganya yang terjangkau, membuat masyarakat sulit beralih ke kemasan lain.

Iduladha 2021 ini, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK), Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa dan Belantara Foundation berinisiatif membuat gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik. Gerakan tersebut merupakan kampanye untuk mengedukasi masyarakat agar dapat beralih ke kemasan alternatif yang ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban. Lewat gerakan ini diharapkan volume sampah, khususnya sampah plastik, yang biasanya meningkat pada saat Iduladha diharapkan bisa diantisipasi dan diminimalisir.

“Kegiatan kurban yang menjadi bagian dari ritual ibadan dan memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat seharusnya tidak ikut memperparah persoalan sampah ini. Karena itu, Moment Iduladha dinilai tepat untuk meluncurkan gerakan pengurangan sampah plastik. Masyarakat dapat memanfaatkan besek bambu, daun pisang/jati, plastik gelatin/singkong, dan wadah makanan”, ujar Hamid Abidin, Direktur Filantropi Indonesia dalam press conferencenya, Kamis (8/7/2021).

Hal senada juga diungkapkan Arif Rahmadi Haryono, GM Advokasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, menurutnya semangat keberagamaan di dalam perayaan Iduladha sejatinya selaras dengan semangat pelestarian lingkungan.

“Kami melihat kebanyakan masyarakat Indonesia belum menyadari bahayanya sampah plastik bagi lingkungannya sendiri. Gerakan ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’ diluncurkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik yang tidak dapat didaur ulang, terutama di momen Iduladha. Dengan masyarakat didorong untuk mengganti wadah daging kurban yang ramah lingkungan, secara langsung kami juga berharap ada upaya masyarakat untuk menjaga kelestarian wilayahnya tersebut,” pungkas Arif.

Di tempat yang sama, Direktur Eksektif Belantara Foundation, Dr. Sri Mariati menambahkan bahwa Belantara sangat mendukung aksi pengurangan sampah plastik. Momen Iduladha ini menjadi salah satu kesempatan untuk mengajak lebih banyak orang menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan.

“Kami juga yakin kerjasama antara berbagai pihak pada KLFHK, seperti dalam penyelenggaraan ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’ ini, bisa menjadi upaya sinergis untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup dan konservasi lainnya”, ujar Dr. Sri Mariati.

Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik ini akan dilakukan kurang lebih satu bulan. Kegiatan pertama gerakan ini adalah Philanthropy Sharing Session: “Pengendalian Sampah Plastik Saat Iduladha”. Selain itu materi edukasi juga telah disediakan agar menyebarluasan informasi lebih cepat. Gerakan ini juga meliputi kompetisi pembuatan video terkait inisiatif masyarakat untuk menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban. Besar harapan agar gerakan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengurangi penggunaan plastik tidak hanya saat Iduladha tapi juga dalam keseharian.