Perlindungan Nakes

Sampai Juni 2021, tercatat 1.133 nakes, termasuk 434 dokter, 32 dokter gigi, 367 perawat dan 167 bidan serta profesi ahli kesehatan lainnya gugur. Keselamatan mereka harus lebih diutamakan lagi, jika tidak, siapa yang merawat dan menangani pasien Covid-19 yang terus melonjak jumlahnya.

KESELAMATAN tenaga kesehatan (nakes) terutama dokter, perawat, bidan dan keahlian lainnya perlu lebih diutamakan lagi di tengah lonjakan penyebaran Covid-19 saat ini.

Bayangkan, jika para nakes yang kelelahan, satu demi satu bertumbangan, sementara fasilitas layanan  kesehatan kolaps akibat “serbuan” pasien Covid-19, pada gilirannya,  pasien Covid-19 pasti keleleran, banyak yang tidak tertangani

Belum lagi, obat-obatan dan oksigen yang harganya melangit karena melonjaknya permintaan dan juga sukar diperoleh, raib ditimbun para spekulan.

Sejak pandemi Covid-19 terdeteksi di Indonesia awal Maret 2020 sampai akhir Juni saja tercatat 1.133 nakes gugur diantaranya 434 dokter, 32 dokter gigi, 367 perawat, 267 bidan, 10 apoteker, selebihnya profesi ahli kesehatan lainnya.

Puncak angka korban nakes tercatat pada Januari lalu sebanyak 151 orang, sementara selama pekan pertama Juli saja sudah tercatat 15 nakes gugur.

Selain kelelahan akibat beban kerja yang teralu berat di tengah lonjakan pasien Covid-19, sebagian juga karena kurang memadainya alat-alat perlindungan terutama hazmat serta asupan vitamin dan suplemen yang diperlukan.

Nakes berisiko jauh lebih tinggi ketimbang profesi atau pekerjaan lainnya karena harus berhadapan, bahkan bersentuhan langsung dengan pasien, sehingga nyawa mereka dipertaruhkan demi menyelamatkan pasien.

Dengan mengenakan masker medis (N-95) dan hazmat pun, karena kelelahan akibat kurang istirahat dan semakin beratnya beban kerja seiring dengan lonjakan pasien Covid-19 membuat imunitas mereka makin anjlok.

Apalagi, lingkungan fasilitas kesehatan tempat mereka bekerja makin tidak nyaman, bahkan sebagian terpaksa menampung pasien walau sudah melampaui kapasitas.

Perlu diingat juga, para nakes tidak hanya berkewajiban merawat atau menyelamatkan nyawa pasien tetapi juga diri, keluarga dan lingkungan tinggalnya agar tidak ikut terpapar Covid-19.

Mengingat posisi mereka di garda terdepan penanganan Covid-19, sudah sepantasnya agar insentif keuangan yang sudah diberikan oleh pemerintah saat ini terus diperbaiki lagi.

Sejauh ini pemerintah memberikan tambahan insentif bulanan Rp15 juta untuk dokter spesialis, Rp10 juta untuk dokter umum dn dokter gigi, Rp7,5 juta bidan dan Rp5 juta tenaga medis lainnya.

Selain itu, pengaturan jam dan beban kerja, perlindungan  keamanan serta perlindungan di perjalanan dan tempat kerja perlu lebih diutamakan lagi.

Nakes yang gugur, tidak berlebihan jika mereka disebut sebagai pejuang yang berada di front terdepan dalam perang habis-habisan melawan Covid-19.