Pasca PPKM Darurat, Tinigkat Keterisian Tempat Tidur Pasien Corona di Jabar Menurun

Ilustrasi Pasien positif COVID-19 mendapatkan perawatan di ruang ICU rumah sakit Centre Cardiologique du Nord di Saint-Denis dekat Kota Paris, Rabu (22/4/2020), saat penyebaran wabah COVID-19 terus berlangsung di Prancis. ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes/wsj.

BANDUNG – Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat tingkat keterisian tempat tidur pasien (Bed Occupancy Rate/BOR) rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Provinsi Jawa Barat menurun setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dilaksanakan mulai 3 Juli 2021.

“Ini dampak dari ketaatan warga mengurangi mobilitas, yang kini sudah turun mendekati 30 persen walaupun masih naik-turun, fluktuatif,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Gubernur mengemukakan, penurunan mobilitas warga antara lain terlihat dari kondisi Jalan Tol Pasteur dan ruas-ruas jalan arteri di Kota Bandung.

“Biasanya Sabtu-Minggu macet, sekarang lengang. Artinya kesadaran (masyarakat) jauh lebih baik di hari kelima sampai kedelapan PPKM Darurat,” katanya.

Gubernur juga mengatakan bahwa penurunan BOR rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 merupakan hasil dari upaya bersama yang melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, rumah sakit, TNI, Polri, dan masyarakat.

“Ini ikhtiar semua pihak, karena tujuan PPKM Darurat itu menurunkan BOR rumah sakit dan kasus COVID-19,” katanya, dilansir Antara.