Pasokan Oksigen di Yogyakarta Terganggu akibat Mati Listrik

Ilustrasi Pasien positif COVID-19 mendapatkan perawatan di ruang ICU rumah sakit Centre Cardiologique du Nord di Saint-Denis dekat Kota Paris, Rabu (22/4/2020), saat penyebaran wabah COVID-19 terus berlangsung di Prancis. ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes/wsj.

YOGYAKARTA – Penyediaan oksigen bagi rumah sakit di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta terganggu setelah pabrik milik produsen oksigen PT Samator di kawasan industri Kaliwungi, Kendal, Jawa Tengah, mengalami mati listrik pada Sabtu (10/7/2021).

Listrik yang mati pada tengah hari, baru hidup kembali sekitar pukul 18.00 WIB. Padahal mesin membutuhkan waktu 8-9 jam setelah mati, untuk dapat beroperasi lagi secara normal.

“Jadi otomatis kita tidak bisa produksi. Akhirnya kita kehilangan stok. Kita kan harus buat back up untuk proses jalannya sekitar 6-8 jam, itu baru keluar liquid. Jadi kalau listrik kedip saja lalu mati, kita kehilangan stok delapan jam untuk oksigen,” kata Humas PT Samator Jawa Tengah, Ikhsan Fauzi.

Dalam satu jam, pabrik ini mampu memproduksi oksigen cair 2.050 meter kubik. Sesuai prosudur yang ada, menurut Ikhsan, mesin baru dapat berproduksi kembali sekitar pukul 01.00 WIB atau 02.00 WIB hari Minggu (11/7/2021). Jadi, setidaknya pabrik kehilangan jumlah pasokan oksigen selama 12 jam produksi, atau lebih dari 24.000 meter kubik.

Sementaran Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bertanggung jawab atas pasokan listrik, mengatasi persoalan tersebut dengan mengalihkan arus tegangan listrik jalur Jawa-Bali langsung ke pabrik. Perbaikan jaringan di lingkungan pabrik, termasuk trafo juga dilakukan.

“Nanti, informasinya akan ada lagi penambahan mesin khusus, yang didatangkan dari Jakarta,” kata Ikhsan terkait upaya mereka mengatasi masalah yang berulang tersebut.