Survey: Separuh Warga Jakarta Punya Antibodi Covid-19

Ilustrasi/ Tempo

JAKARTA – Survei serologi yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta kolaborasi dengan Tim Pandemi FKM UI, Lembaga Eijkman, dan CDC Indonesia mencatat separuh penduduk Jakarta terdeteksi memiliki antibodi untuk melawan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan serologi merupakan teknik berbasis imunologi yang bertujuan mengukur respons imun terhadap suatu antigen dari sediaan darah seseorang.

“Kita bisa melihat juga gambaran lebih utuh tentang situasi pandemi di Jakarta. Sehingga, strategi penanganan dan pengendaliannya pun bisa disesuaikan,” kata Widyastuti pada konferensi pers Diseminasi Hasil Survei Serologi COVID-19 secara daring di Jakarta pada Sabtu.

Menurut Pakar epidemiologi dari Tim FKM UI Pandu Riono dari hasil survei ini terlihat bahwa hampir separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi Covid-19, terbanyak pada usia 30-49 tahun.

Adapun, infeksi pada kelompok perempuan terdeteksi lebih tinggi sampai 47,9 persen dan kelompok yang belum kawin lebih rendah risiko terinfeksi 39,8 persen.

“Penduduk di wilayah padat penduduk lebih rentan terinfeksi sampai 48,4 persen. Semakin meningkat indeks massa tubuh, semakin banyak juga yang terinfeksi, dalam hal ini kelebihan berat badan 52,9 persen dan obesitas 51,6 persen. Orang dengan kadar gula darah tinggi juga lebih berisiko,” kata Pandu, dikutip dari Anadolu Agency.

Survei serologi dilaksanakan berbasis populasi dengan metode sampling, pada kurun waktu 15-31 Maret 2021.

Survei dilakukan di 100 kelurahan di 6 wilayah kota/kabupaten administrasi, mencakup 4.919 sampel dibagi dalam kategori umur.

Pandu menambahkan tidak menutup kemungkinan pandemi ini berubah menjadi endemi dan diperlukan strategi penanganan pandemi secara cepat dan signifikan, yakni salah satunya dengan cara vaksinasi.