Angka Kemiskinan di Jakarta Naik, Wagub: Konsekuensi Pandemi

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang mencatat angka kemiskinan di Ibu Kota meningkat 5.100 orang atau menjadi 501.920 orang pada Maret 2021.

Dia menyebut jumlah kemiskinan meningkat dampak dari konsekuensi pandemi COVID-19 yang melanda Tanah Air sejak awal 2020.

“Ya konsekuensinya jelas, pasti karena adanya COVID-19 dampak peningkatan pengangguran kemiskinan ada,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis malam.

Namun, kata Riza, Pemprov DKI berusaha mengatasi lonjakan angka kemiskinan melalui sejumlah program yang digulirkan untuk meminimalisir bahkan menanggulangi permasalahan ini.

BPS DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di ibu kota mencapai 501.920 orang per Maret 2021. Angka itu bertambah 5.100 orang dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2020 yakni 496.840 orang.

Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga mengatakan tingkat kemiskinan DKI Jakarta mencapai 4,72 persen dari total penduduk Ibu Kota atau meningkat sebesar 0,03 persen dibandingkan September 2020, yakni 4,69 persen.

“Untuk posisi Maret 2021 ini kemiskinan di DKI Jakarta sedikit meningkat dari 4,69 persen menjadi 4,72 persen, sehingga terjadi kenaikan kurang lebih 0,03 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Buyung, dikutip Antara.

Peningkatan penduduk miskin ini, lebih banyak akibat tingkat pengangguran di Ibu Kota yang meningkat dampak dari pandemi COVID-19 hingga mencapai 261.500 orang per Februari 2021.