Menteri Nonton Sinetron

Amanda Manopo dan Arya Saloka dalam sinetron "Ikatan Cinta". Sampaikah sinetron ini sejuta episode?

SIAPAPUN orangnya, tak ada larangan nonton TV, khususnya sinetron. Tapi ketika arus demokrasi semakin terjamin di Indonesia, pejabat nonton sinetron pun kena kecam di medsos. Katanya tak sensitif pada kondisi rakyat yang sedang terpuruk. Memangnya menteri harus 24 jam ngurusi Covid-19, sampai  melupakan hajatnya sebagai manusia biasa? Komika Bintang Emon pun tak menyalahkan Menko Polhukam Mahfud MD. Tapi, hanya nonton sinetron “Ikatan Cinta” saja kok ya cerita di twitter!

Semenjak HP canggih bernama android barada di genggaman setiap orang, penonton TV berkurang. Sebab apa yang disajikan TV bisa ditonton di Yutube, berita-berita TV juga bisa dilihat di media online. Maka jika sinetron di TV banyak penggemarnya, para penontonnya sebagian besar para kaum ibu rumahtangga termasuk kalangan pembantu, yang sehari-hari selalu di rumah.

Sekarang ini di TV stasiun RCTI, setiap malam ditayangkan sinetron “Ikatan Cinta” yang entah sudah sampai seri berapa. Karena banyak penggemarnya dan tentu saja diiringi dengan membanjirnya iklan, ceritanya diulur-ulur terus, mungkin sampai sejuta episode. Maka jangan kaget, pada suatu saat nanti Arya Saloka dan Amanda Manopo yang sudah jadi kakek nenek masih memerankan Aldebaran dan Andien.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi kebanyakan tayangan TV swasta hanya mengejar rating, sehingga sering dapat jeweran KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Kontennya sering membodohi rakyat. Asal mereka artis atau selebritis, sedang kentut juga diliput. Masak, hanya ada artis bersalin, dari pembukaan satu sampai sepuluh terus dipantau. Selebritis mantu kamera dipanteng berjam-jam. Sampai-sampai MUI pernah kirim surat ke KPI karena tayangan Ramadhan kontennya sering kebanyakan cengengesannya.

Nah, Menko Polhukam Mahfud MD di sela kesibukannya berkordinasi tentang penanggulangan Covid-19, dari rumah dinasnya sempat nonton sinetron “Ikatan Cinta”. Namanya juga pakar hukum yang pernah jadi Ketua MK, melihat adegan yang tidak selaras dengan norma hukum di Indonesia, hatinya sangat terganggu. Maka ngetwitlah dia, “Saya sempat nonton “Ikatan Cinta”, isinya lumayan bagus, cuma muter-muter. Pembuat naskah juga kurang paham hukum, karena sekedar pengakuan tanpa bukti pendukung tak bisa polisi menangkap seseorang.”

Kritikan ini tak salah, karena Mahfud MD memang pakarnya. Yang gerah justru para warganet. Mereka menghujani kecaman pada Pak Mentri, karena dianggap sebagai pejabat yang tidak sensitip. Di kala rakyat sedang terpuruk di tengah ancaman Corona, kok sempat-sempatnya nonton sinetron! Lihat tuh Menko Marves Luhut Panjaitan, dianya pontang panting, kok  Mahfud MD malah nonton sinetron.

Di tengah pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat yang kini jadi PPKM level 3 dan 4, apakah benar Luhut Panjaitan 24 jam berkutat terus ngurusi distribusi oksigen dan vaksin? Enggak juga lah! Pasti ada hajat lain yang harus ditunaikan yang sifatnya sangat manusiawi.

Begitu juga Mahfud MD. Meski dia juga pimpin rapat ini itu seputar politik hukum dan keamanan yang berimbas ke Corona, pasti ada juga sisi-sisi pribadi yang garus ditunaikan. Pada saat istirahat itulah kemudian sempat menonton sinetron “Ikatan Cinta”. Dan karena dia pakar hukum, ketika melihat sesuatu yang tidak pas maka dia mencoba memberi pencerahan pada rakyat lewat cuitannya di twiter. Lihat kiprah Magfud MD setiap tampil di ILC TV-One, pastilah semua opininya memberi pencerahan hukum pada rakyat.

Rupanya praktisi medsos banyak yang tidak paham. Dan pemahaman mereka tidak nyampai karena malas membaca. Kalaupun membaca hanya judulnya saja, tapi dengan pedenya langsung berkomentar bla bla bla…… Mereka pun kemudian membuly Mahfud MD, tanpa tahu duduk dan berdirinya persoalan.

Komika Bintan Emon pun ikut bicara. Awalnya dia mengatakan bahwa seorang Mahfud MD sempat nonton sinetron “Ikatan Cinta”, itu mewah sekali. Tapi dia juga tak menyalahkan kenapa mantan Cawapresnya Jokowi itu nonton sinetron. Cuma, sebagai seorang pejabat tinggi negara, mbok soal nonton begituan itu tak usahlah diceritakan, apa lagi di medsos. Maha benar Bintang Emon dengan segala celotehnya. (Cantrik Metaram)