Zona Merah di Jabar Turun jadi 12 Daerah

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut zona merah tersisa 12 daerah di Jabar, dan menunjukan kasus corona sudah menurun setelah diberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dibandingkan awal PPKM darurat, zona merah di Jabar mencapai 21 daerah. Emil menyebutkan bahwa dari 27 kabupaten/kota di Jabar saat ini sebanyak 15 daerah di antaranya turun status kedaruratannya ke zona oranye atau risiko penularan sedang. Sehingga zona merah tersisa 12 daerah.

“Artinya lambat laun PPKM di Jabar mengurangi mobilitas warga yang atas ketaatannya berhasil menurunkan zona (kedaruratan),” ujarnya.

Dia jugamenambahkan jika puncak kasus Covid-19 sudah terlewati.

“Ibarat naik ke puncak gunung, sekarang kita masih turun gunung. Tetapi kita masih di bukit, belum ke jalan, kalau kawahnya (puncak) telah lewat,” kata pria yang akrab disapa Emil itu dalam kegiatan Japri di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (28/7/2021).

“Kalau tidak berhasil (PPKM), kita masih mendaki. Tapi itu (titik puncak) sudah lewat walau sekarang posisinya mungkin masih dua pertiga (turun gunung),” ujarnya,dikutip CNNIndonesia.

Emil mencontohkan bahwa sebelum PPKM diberlakukan, rasio keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar telah mencapai 91 persen. Saat itu lonjakan kasus aktif Covid-19 terus meningkat per harinya sehingga menyebabkan BOR rumah sakit tinggi.

Adapun per 28 Juli 2021, angka BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar telah menyentuh 62,44 persen. Namun, untuk diketahui penurunan terjadi setelah adanya peningkatan kapasitas tempat tidur khusus Covid-19 dan adanya ruang isolasi terpusat di hotel maupun gedung instansi pemerintah.

Emil berharap angka BOR tersebut terus menurun hingga pada kondisi sebelum Idulfitri yaitu di bawah 30 persen.