AS Berlakukan Larangan Perjalanan ke Israel

Ilustrasi Penanganan Corona di Israel. Foto: PIP

WASHINGTON – Pusat Pengendalian Penyakit AS mengatakan jika Pemerintah baru saja mengeluarkan larangan perjalanan ke Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza karena peningkatan penyebaran COVID-19.

Ditehaui pada Senin untuk pertama kalinya sejak Februari, Israel mencatat sedikit di bawah 6.000 penularan baru, hampir 400 di antaranya serius. Peningkatan itu terjadi meskipun Israel memutuskan untuk memberi vaksinasi ketiga kepada semua penduduk berusia di atas 60 tahun.

Israel adalah negara pertama di dunia yang meluncurkan program vaksinasi, dan yang pertama menawarkan vaksinasi ketiga kepada penduduk dewasa berusia di atas 60 tahun. Meskipun demikian, jumlah orang yang terjangkit COVID-19 terus meningkat.

Profesor Salman Zarka, pakar virus corona Israel mengatakan, negara itu mendekati titik kritis. Ia mengatakan, Israel meminta semua orang yang memenuhi syarat untuk divaksinasi – tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi sebagai tanggung jawab bersama.

Zarka menambahkan, langkah itu tidak akan menghentikan virus corona total, tetapi lebih banyak vaksinasi dilakukan, akan dapat mencegah penutupan wilayah keempat kalinya.

Meskipun kampanye intensif, masih terdapat lebih dari satu juta orang Israel berusia 12 tahun ke atas yang memenuhi syarat untuk divaksinasi, tetapi belum divaksinasi. Angka ini lebih tinggi di kalangan remaja dan di komunitas Arab.

Sebuah studi baru di Israel mendapati, meskipun ada varian delta, vaksin tetap memberi perlindungan terhadap penularan. Studi itu mendapati, tingkat penularan serius enam kali lebih tinggi pada lansia yang tidak divaksinasi daripada mereka yang divaksinasi.