PBB Desak Semua Pelanggaran di Afghanistan Harus Dihentikan

Ilustrasi Ratusan ribu anak Afghanistan terancam putus sekolah. Foto: AP

AFGHANISTAN – Pasukan Taliban telah berhasil memasuki Kabul dan Presiden Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan pada Minggu (15/8/2021), dan Taliban menyatakan menang dalam merebut kekuasaan dari pemerintahan resmi.

Namun Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak Taliban untuk menahan diri agar hak perempuan dan anak Afghanistan terlindungi.

“Masih ada laporan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan pelanggaran di masyarakat yang paling terkena dampak pertempuran,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan, Mingg, dikutip Reuters.

Guterres juga menyatakan semua pelanggaran harus dihentikan. Dia menyerukan kepada Taliban dan semua pihak lain untuk memastikan hak dan kebebasan semua orang dihormati dan dilindungi

Sebelumnya, Guterres memperingatkan bahwa Afghanistan “menjadi tak terkendali” dan meminta Taliban untuk menghentikan serangan mereka.

“PBB tetap bertekad untuk berkontribusi pada penyelesaian damai, mempromosikan hak asasi manusia semua warga Afghanistan, terutama perempuan dan anak perempuan, dan memberikan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa dan dukungan penting kepada warga sipil yang membutuhkan,” kata Dujarric.