Kabul Dikuasai Taliban, Sebagian Warga Kembali Bekerja

Milisi Taliban mulai melancarkan ofensif untuk menguasai kembali Afghanistan setelah penarikan bertahap pasukan AS dan koalisinya dari negeri itu mulai Juli lalu sampai 31 Agustus.

Beberapa warga Kabul, Afghanistan, akhirnya lebih memilih kembali bekerja. Meski suasana jalanan masih sepi pada Selasa (17/8/2021).

Sebelumnya, warga setempat ketakutan, karena adanya suara tembakan dan hadirnya penguasa baru, Taliban. Kini, mereka berjaga di pos-pos pemeriksaan di seluruh ibu kota Afghanistan itu.

Pada rentangan 1996-2001, Taliban juga sempat berkuasa di negeri ini. Saat itu, mereka melarang perempuan bekerja dan memberlakukan hukuman, termasuk rajam di depan umum.

Namun tampilan Taliban kali ini terlihat berbeda. Taliban bahkan berjanji tidak akan melakukan pembalasan terhadap musuh mereka. Juga berjanji, untuk menghormati hak-hak perempuan, warga minoritas dan orang asing, meski banyak yang meragukan hal ini.

Tapi warga Afghanistan juga tahu, hidup harus terus berjalan. “Saya takut, tapi saya mesti membuka toko demi memberi makan keluarga saya,” kata Mohammadullah, dilansir dari rmol.

“Saya tidak punya penghasilan lain. Jika saya tidak membuka toko, bagaimana saya bisa memberi makan keluarga saya, ada 12 orang?” tambahnya.

Mayoritas toko dan supermarket di Kabul saat ini memang tutup, demikian juga sekolah. Tetapi beberapa toko kelontong kecil dan tukang daging tetap buka, juga rumah sakit.

“Dengan negara yang mendukung kami, Amerika gagal di sini, dan sistem Islam ditegakkan,” kata seorang komandan Taliban di jalanan, Mawlavi Haq Dost.

“Ini adalah sistem hukum dan kami yakinkan warga kami, apakah mereka Hazara, Tajik atau Turki (minoritas), bahwa tidak akan ada pelecehan dari mujahidin kepada mereka,” jaminnya.