10,86 Juta Jiwa Di Indonesia Alami Kemiskinan Ekstrem

Wajah kemiskinan tidak banyak berubah selama puluhan tahun walau dana Otsus Rp93 triliun lebih untuk Prov. Papua dan 33,9 triliun untuk Prov. Papua Barat digelontorkan sejak 2002 dan 2009. Dana banyak yang jadi bancakan oknum elite.

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan 10,86 juta jiwa atau 4 persen dari total penduduk Indonesia mengalami kemiskinan ekstrem.

Dia mengatakan data tersebut mengacu pada definisi yang digunakan oleh Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dimana pendapatan sebesar 1,9 US dollar PPP (purchasing power parity) per hari.

“Dengan menggunakan definisi tersebut tahun 2021 ini tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia adalah 4 persen atau 10,86 juta,” katanya, dalam pernyataan tertulis, Kamis.

Menurutnya pemerintah memberi target untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir tahun 2024.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga menurutnya telah melaksanakan banyak program pengentasan kemiskinan ekstrem yang terbagi dalam dua kelompok.

Dia juga menuturkan bahwa target penanganan kemiskinan ekstrem dimulai dari tujuh provinsi di tahun ini. Ketujuh provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Nantinya, tambah dia, di tiap-tiap provinsi dipilih lima kabupaten sebagai fokus sehingga sudah ditetapkan 35 Kabupaten yang berada pada tujuh provinsi tersebut.

“35 kabupaten/kota ini mewakili 20 persen jumlah penduduk miskin ekstrem secara nasional,” tutur Ma’ruf.

​​​​​​​