Bertemu Petinggi Taliban, Menlu Retno Tegaskan Indonesia Tidak Memiliki Kepentingan di Afghanistan

Ilustrasi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memimpin debat terbuka Dewan Keamanan PBB di Markas PBB di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (7/5/2019). (Kemenlu RI)

AFGHANISTAN – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan jika Indonesia tidak memiliki kepentingan pribadi di Afghanistan, dan telah disampaikan saat bertemu petinggi Taliban di Doha, Qatar, pekan lalu.

“(Kepada Taliban) kami tegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki vested interests (kepentingan) di Afghanistan. Satu-satunya keinginan Indonesia adalah melihat Afghanistan yang stabil dan makmur,” kata Retno kepada Komisi I DPR saat rapat dengar pendapat pada Kamis (2/9/2021), seperti dilansir CNNIndonesia.

Retno juga memaparkan dua pesan utama Indonesia lainnya ke Taliban yakni pentingnya pembentukan pemerintahan inklusif di Afghanistan.

Retno juga mengatakan Indonesia meminta jaminan ke Taliban bahwa Afghanistan tidak menjadi sarang aktivitas teroris yang dapat mengancam stabilitas kawasan dan dunia.

“Dari pembicaraan dengan Taliban yang saya lakukan di Doha pada 26 Agustus lalu, Taliban menyampaikan komitmen untuk berusaha keras membentuk pemerintahan yang inklusif,” ucap Retno.

Menurut Retno, Taliban memang telah menunjuk sejumlah orang mengisi beberapa kursi menteri Afghanistan. Namun, Taliban mengaku itu hanya sementara sampai pemerintahan inklusif benar-benar terbentuk.

Retno menuturkan salah satu tantangan terbesar Taliban saat ini memang membentuk pemerintahan inklusif yang dapat mewakili seluruh lapisan masyarakat Afghanistan.

“Mereka (Taliban) mengatakan penunjukkan (menteri) ini sifatnya sementara,” kata Retno.

Taliban juga sudah menunjuk beberapa orang kepercayaannya untuk mengisi sejumlah kursi menteri seperti menteri pertahanan, menteri pendidikan, kepala intelijen, gubernur bank sentral, hingga gubernur Kabul.

Taliban bahkan mengklaim sedang mempersiapkan upacara untuk mengumumkan kabinet pemerintahan baru Afghanistan di Istana Kepresidenan Kabul dalam waktu dekat.